Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Sensasi Mi Pedas Asal Korea Perluas Jangkauan Konsumen Sasar Gen Z

Indrastuti
03/3/2026 22:24
Sensasi Mi Pedas Asal Korea Perluas Jangkauan Konsumen Sasar Gen Z
Ilustrasi(Dok Istimewa)

INDONESIA menempati posisi kedua di dunia dalam konsumsi mi instan, dengan total mencapai 14,68 miliar porsi per tahun pada 2024 versi World Instant Noodles Association (WINA).

Posisi pertama ditempati Tiongkok dan Hong Kong dengan konsumsi mi instan terbesar di dunia, yakni mencapai 43,80 miliar porsi per tahun.
Melihat itu, Samyang Foods Indonesia melalui mi pedas Buldak, terus menjadikan Indonesia sebagai pasar dengan pertumbuhan signifikan.
Ini dilakukan dengan basis penggemar yang kuat pada kalangan konsumen muda melalui keterlibatan aktif di media sosial, budaya kuliner viral, serta ekspansi saluran distribusi yang beragam.

"Kami terus memperkuat kehadiran di Indonesia melalui strategi yang berfokus pada konsumen dan kebijakan harga seimbang guna memberikan pengalaman rasa pedas yang lezat dan menggugah selera kepada audiens lebih luas," ungkap Country Director Samyang Foods Indonesia Eunsan Jeong, Selasa (3/3/2026).

Terbaru yakni, Samyang Foods meluncurkan kampanye global Hotter Than My EX (HTME), inisiatif spesial musim Valentine untuk merefleksikan nilai-nilai gen Z seperti kepercayaan diri, kebebasan berekspresi, dan kemandirian emosional.

"Berbeda dari perayaan Valentine yang umumnya berfokus pada pasangan, kampanye ini menangkap perspektif mereka yang sedang melajang atau melalui fase perpisahan, menjadikan momen ini sebagai ruang refleksi diri dan perayaan kemandirian," ujarnya.

Melalui slogan HTME, Buldak secara kreatif mengasosiasikan kepedasan ikonik dengan rasa percaya diri usai melewati hubungan yang berakhir. Sensasi pedas ditransformasikan jadi simbol kekuatan, individualitas, dan kontrol diri.

"Untuk memperkuat pesan kampanye, kami juga menggandeng Boynextdoor, gelombang baru K-pop yang autentik, melalui citra yang dekat dengan penggemar serta ketulusan emosional yang memperkaya narasi kampanye," katanya.

Lagu mereka, Earth, Wind & Fire, diaransemen ulang jadi Buldak Hotter Than My EX Ver, dan menjadi pusat dari Hotter Than My EX Challenge di berbagai platform video-video pendek seperti TikTok, untuk mendorong partisipasi serta keterlibatan yang berpotensi viral.

"Di Indonesia, kampanye ini kian diperkuat melalui peluncuran kemasan edisi terbatas HTME yang meningkatkan visibilitas merek dan mempererat koneksi dengan konsumen di pasar lokal," terangnya.

Sejalan dengan inisiatif pemasaran tersebut, Samyang Foods Indonesia mengumumkan penyesuaian harga pasokan ritel tahap kedua. Ini dilakukan untuk meningkatkan keterjangkauan dan memperluas akses konsumen. “Buldak menerima sambutan luar biasa dari konsumen di Indonesia dan berhasil memposisikan diri sebagai salah satu merek K-spicy terdepan di pasar,” ujarnya. 

“Dengan menurunkan beban harga, kami berharap semakin banyak konsumen dapat menikmati cita rasa khas Buldak sebagai bagian dari keseharian mereka," paparnya.

Selain itu, Boynextdoor juga menjadi wajah kampanye penyesuaian harga di Indonesia dengan tagline Closer Than Ever, yang menegaskan bahwa pengalaman pedas khas Buldak kini semakin mudah dijangkau konsumen. "Penyesuaian harga terbaru ini akan diterapkan di semua channel ritel melalui kerja sama dengan mitra distribusi sehingga meningkatkan daya saing harga di titik penjualan," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya