Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mi Instan Korea Sangat Digemari di Indonesia, Nilai Ekspor 16,27 Juta Dolar AS

Fathurrozak
20/11/2025 13:19
Mi Instan Korea Sangat Digemari di Indonesia, Nilai Ekspor 16,27 Juta Dolar AS
Paviliun Korea Terpadu Sial Interfood.(Dok. Paviliun Korea Terpadu. )

KULINER Korea atau K-Food kini telah menjadi salah satu sektor yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini tidak lain karena beberapa faktor seperti kehadiran makanan di tayangan drama Korea (drakor).

Dari data terbaru yang dirilis, hingga akhir Oktober tahun ini, nilai ekspor K-Food di Indonesia mencapai 203 juta USD (setara Rp384 miliar lebih). Peningkatan ekspor untuk beberapa produk utama di posisi teratas adalah mi instan, yang mencapai 16,27 USD (Rp 272 miliar lebih). Angka tersebut naik 62,9% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Minuman soju juga mengalami peningkatan nilai ekspor hingga 1,04 juta USD (naik 13,4%), produk ginseng senilai 580 ribu USD (naik 4,9%), dan kimchi 430 ribu USD (naik 23,6%).

Merespons situasi tersebut, Kementerian Pertanian, Pangan dan Pedesaan Korea (dipimpin Menteri Song Mi-ryeong) bersama Badan Pengembangan Perdagangan Produk Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Korea (aT, dipimpin Presiden Hong Moon-pyo)  pun menggencarkan pengenalan produk-produk K-Food di Indonesia. Salah satunya saat gelaran Sial Interfood Jakarta 2025 pekan lalu.

Di Paviliun Korea Terpadu, ada 24 perusahaan eksportir K-Food serta tiga organisasi integrasi untuk produk pir, anggur, dan kesemek. Mereka Menampilkan berbagai produk yang dapat menarik minat konsumen lokal. Mulai dari kimchi, aneka mi, berbagai jenis saus, minuman, hingga teh.

Secara khusus, aT tidak hanya menyediakan informasi tentang perusahaan peserta Paviliun Korea kepada para pembeli makanan impor di Indonesia, tetapi juga kepada pihak-pihak dari jaringan toko nasional dan toko-toko daerah, sehingga mendukung terjadinya konsultasi bisnis yang nyata di lokasi. Hasilnya, tercapai 18 MoU dan kontrak langsung dengan total nilai 14,53 juta dolar AS. Hal ini sekaligus meletakkan pondasi bagi perluasan K-Food hingga ke kota-kota di daerah Indonesia di masa mendatang. 

“Indonesia merupakan pasar ekspor utama yang membutuhkan pendekatan strategis karena memiliki populasi besar dan potensi konsumsi yang tinggi, ditambah dengan perubahan cepat dalam regulasi terkait makanan, termasuk kewajiban sertifikasi halal baru-baru ini,” kata Direktur Ekspor Makanan aT Jeon Ki-chan dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Kamis, (20/11).

“Kami juga akan secara proaktif merespons perubahan regulasi ini dan memberikan seluruh dukungan agar perusahaan makanan domestik dapat memasuki pasar lokal dengan stabil,” tambahnya. (H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik