Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang mengeluhkan rasa cepat lapar setelah makan mi instan, padahal makanan ini sering dianggap praktis dan mengenyangkan. Faktanya, kondisi tersebut bukan sekadar sugesti, melainkan berkaitan erat dengan kandungan gizi mi instan itu sendiri.
Mi instan mengandung karbohidrat sederhana yang sangat cepat dicerna oleh tubuh. Jenis karbohidrat ini menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat, namun juga turun dalam waktu singkat. Ketika gula darah menurun, tubuh secara otomatis mengirimkan sinyal lapar.
Selain itu, kandungan serat dalam mi instan tergolong rendah. Padahal, serat berperan penting dalam memperlambat proses pencernaan dan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Karena minim serat, rasa kenyang dari mi instan umumnya hanya bersifat sementara.
Tak hanya itu, kadar protein mi instan juga relatif rendah. Protein berfungsi menjaga kestabilan energi serta menekan rasa lapar. Jika asupan protein tidak mencukupi, tubuh akan lebih cepat merasa membutuhkan makanan tambahan.
Sementara itu, lemak dalam mi instan sebagian besar berasal dari minyak olahan yang mudah dicerna. Berbeda dengan lemak sehat, jenis lemak ini tidak memberikan efek kenyang jangka panjang, sehingga rasa lapar kembali muncul lebih cepat.
Bumbu mi instan dikenal tinggi kandungan garam dan sodium. Konsumsi garam berlebih dapat memicu rasa haus yang sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar. Akibatnya, keinginan untuk makan kembali muncul, meski tubuh sebenarnya hanya membutuhkan cairan.
Selain itu, mi instan tidak mampu menjaga kestabilan energi tubuh dalam jangka panjang. Setelah energi cepat habis, tubuh akan kembali meminta asupan baru, sehingga rasa lapar muncul lebih cepat dibandingkan setelah mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Untuk mengurangi rasa cepat lapar, mi instan sebaiknya dikombinasikan dengan sumber nutrisi lain, seperti:
Penambahan bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan kandungan protein, serat, dan vitamin, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama dan lebih sehat bagi tubuh.
Rasa cepat lapar setelah makan mi instan disebabkan oleh karbohidrat sederhana, rendahnya serat dan protein, serta tingginya kandungan garam. Mengombinasikan mi instan dengan bahan bergizi lain dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama sekaligus mendukung kesehatan tubuh. (Alodokter.com/Z-10)
Mi instan dilengkapi dengan bumbu instan seperti garam, penyedap rasa, minyak, dan rempah-rempah, sehingga memiliki rasa gurih dan praktis dikonsumsi.
KULINER Korea atau K-Food kini telah menjadi salah satu sektor yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini tidak lain karena beberapa faktor seperti kehadiran makanan di tayangan drakor.
Samyang menyebut kesuksesan ini bukan hanya karena sensasi pedas, tetapi juga strategi lokalisasi yang agresif.
konsumsi nasi dan mi bersamaan memiliki risiko jangka panjang bagi kesehatan.
Etilen oksida yang masuk ke dalam tubuh berisiko menyebabkan keracunan, karena tubuh menganggapnya sebagai salah satu zat asing yang tidak boleh ada dalam tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved