Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI bulan Ramadan 2026, pasar aset kripto kembali menunjukkan pola volatilitas musiman yang dikenal dengan sebutan Ramadan Effect. Meski sering dikaitkan dengan reli harga, data historis menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin cenderung tajam di awal bulan namun sering kali kehilangan momentum atau memasuki fase "lelah" menjelang Idul Fitri.
Berdasarkan riset internal Tokocrypto, dalam rentang 2019–2025, Bitcoin mencatatkan fluktuasi yang tidak konsisten. Bahkan dalam lima tahun terakhir, Bitcoin sempat terkoreksi cukup dalam selama bulan suci, seperti pada 2021 (-21,71%) dan 2022 (-16,00%).
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai fenomena ini sebagai dinamika wajar namun mengingatkan investor agar tidak hanya terpaku pada narasi musiman.
"Ramadan bukan faktor utama yang menentukan arah pasar kripto. Harga tetap dipengaruhi likuiditas global, kebijakan suku bunga The Fed, dan sentimen makro internasional. Investor perlu disiplin dan tidak hanya mengandalkan narasi musiman," ujar Calvin melalui keterangan resminya, Minggu (1/3/2026).
Riset tersebut juga menyoroti perubahan perilaku investor ritel di Indonesia. Aktivitas transaksi terpantau melambat pada siang hari dan melonjak signifikan pada malam hari, tepatnya setelah waktu berbuka puasa hingga menjelang sahur.
Selain itu, tekanan jual di awal Ramadan sering kali dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) untuk memenuhi kebutuhan musiman, seperti pembayaran zakat atau persiapan mudik Lebaran. Untuk tahun 2026, Tokocrypto memprediksi struktur permintaan masih cenderung rapuh meskipun ada peluang untuk technical rebound atau kenaikan singkat.
"Pola yang lebih realistis untuk diantisipasi adalah pergerakan yang fluktuatif dan tidak stabil, alih-alih tren naik yang mulus sepanjang periode Ramadan," kata Calvin.
Menyambut antusiasme masyarakat, Tokocrypto meluncurkan kampanye "Ramadan Makin Berkah, THR Melimpah" dengan total hadiah mencapai Rp250 juta. Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus memfasilitasi tradisi berbagi di bulan suci.
Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah fitur Gift Card kripto. Fitur ini memungkinkan pengguna mengirimkan aset digital sebagai hadiah atau THR kepada kerabat secara praktis dan aman.
"Ramadan adalah momentum berbagi sekaligus memperkuat literasi. Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya menarik dari sisi hadiah, tetapi juga mendorong pemahaman investasi kripto yang sehat dan bertanggung jawab," pungkas Calvin.
Guna mendukung edukasi, Tokocrypto juga menggelar rangkaian live streaming bersama para ahli dan tokoh kripto untuk membahas strategi investasi dan tren Web3 terkini di tengah dinamika pasar global.(H-2)
Instrumen ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan menggunakan mekanisme funding rate, serupa dengan perpetual futures pada aset kripto.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi individu yang memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat fondasi dan mendorong pertumbuhan industri kripto dan Web3 di Indonesia.
UPBIT Indonesia menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi kripto dan teknologi Web3 di Tanah Air melalui program edukasi “Web3 on Campus”.
Instrumen obligasi dikenal sebagai aset yang lebih defensif daripada saham dan kripto.
INDUSTRI aset digital, kripto, dan teknologi blockchain berkomitmen untuk terus mendorong literasi agar masyarakat tidak mudah terjebak pada fenomena latah alias ikut-ikutan atau FOMO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved