Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Rupiah Hari Ini 29 Januari 2026: Tertekan ke Rp16.775, Waspada Efek MSCI Freeze

Andhika Prasetyo
29/1/2026 11:06
Rupiah Hari Ini 29 Januari 2026: Tertekan ke Rp16.775, Waspada Efek MSCI Freeze
Ilustrasi(Antara)

 

Mata Uang Rupiah kembali berada di bawah tekanan berat pada perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026). Di pasar spot, mata uang Garuda dibuka melemah di kisaran Rp16.740 dan terus terdepresiasi hingga menyentuh level Rp16.775 per USD menjelang siang. Pelemahan ini menjadikan Rupiah sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia hari ini.

Kombinasi sentimen eksternal dari Amerika Serikat dan guncangan internal pasar modal domestik (IHSG) menciptakan "badai sempurna" bagi nilai tukar. Berikut adalah pantauan kurs dolar AS di beberapa bank besar nasional dan referensi pasar.

Bank / Referensi Kurs Beli (IDR) Kurs Jual (IDR) Jenis Kurs
BCA Rp 16.682 Rp 16.762 e-Rate
Bank Mandiri Rp 16.575 Rp 16.875 TT Counter
Panin Bank Rp 16.722 Rp 16.750 Special Rate
JISDOR (Ref) Rp 16.801 Kurs Tengah BI

*Data kurs bank diperbarui pukul 10:30 WIB, 29 Januari 2026. Kurs dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Analisis Ekonomi: Mengapa Rupiah Terus Melemah?

Tim Riset Ekonomi Media Indonesia mencatat dua faktor utama yang menekan Rupiah hari ini:

  1. Efek Domino 'MSCI Freeze': Keputusan MSCI membekukan penyesuaian bobot saham Indonesia memicu panic selling investor asing di pasar saham (IHSG). Dana asing yang keluar (capital outflow) dalam jumlah besar secara otomatis meningkatkan permintaan Dolar AS di pasar domestik, menekan likuiditas Rupiah.
  2. Sinyal 'Hawkish' The Fed: Bank Sentral AS (The Fed) kembali memberikan sinyal akan menahan suku bunga tinggi lebih lama (high for longer) di awal 2026 ini. Hal ini membuat indeks Dolar AS (DXY) menguat global, karena investor lebih memilih memegang Dolar AS yang memberikan imbal hasil (yield) pasti dibandingkan aset berisiko di negara berkembang.

Rupiah diprediksi akan bergerak volatil di rentang Rp16.750 - Rp16.820 per USD hari ini. Pelaku pasar sangat menantikan langkah intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar spot dan DNDF untuk menahan pelemahan agar tidak menjebol level psikologis Rp16.850. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya