Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jelang Ramadan, Stok Barang Kebutuhan di Jawa Tengah Mencukupi dan Harga Masih Stabil

Akhmad Safuan
28/1/2026 14:52
Jelang Ramadan, Stok Barang Kebutuhan di Jawa Tengah Mencukupi dan Harga Masih Stabil
Kegiatan perdagangan di Pasar Jatingaleh, Kota Semarang masih ramai hingga siang.(MI/Akhmad Safuan)

JELANG Ramadan dan banyaknya bencana melanda di sejumlah daerah di Jawa Tengah, harga berbagai kebutuhan masih stabil, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan pasokan pangan aman menjelang Ramadan.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (28/1) harga berbagai kebutuhan di sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah hingga saat ini masih stabil, meskipun jelang Ramadan dan banyaknya bencana terjadi ketersediaan barang cukup berlimpah dan masih mencukupi hingga tidak memicu terjadinya lonjakan harga.

Harga beras kelas medium masih berkisar Rp13.500-Rp14.500 per kilogram, harga bawang putih Rp40.000-Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000-Rp35.000 per kilogram, harga minyak goreng Rp18.000-Rp19.500 per liter, harga gula Rp17.000 per kilogram, dan cabai berkisar Rp30.000-Rp35.000 per kilogram.

Selain itu harga daging sapi Rp130.000-135.000 per kilogram, daging ayam potong Rp38.000-Rp40.000 per kilogram dan daging telur Rp27.000-Rp38.000 per kilogram. "Hanya harga sayuran yang naik berkisar Rp1.000-Rp,2.000 per kilogram, karena jumlah panen di daerah pertanian menurun akibat hujan," kata Rahmini (45) pedagang sayuran di Asar Grosir Ngasem, Semarang.

Hal serupa juga diungkapkan Nana (50) pedagang bumbu dapur di Pasar MAJT Kota Semarang bahwa meskipun cuaca hujan dan banyak bencana banjir, harga bawang putih dan bawang merah tetap stabil, karena stok tersedia mencukupi kebutuhan, meskupunvsecara kualitas terutama bawang merah menurun.

Sementara itu Ahmadi (60) pemasok beras di sejumlah pasar di Semarang dan Salatiga mengaku harga beras tetap stabil, meskipun banyak daerah sentra pertanian seperti Demak dan Grobogan terendam banjir, namun. stok tersedia cukup banyak bahkan gudang para pedagang masih penuh. "Saya mencari dagangan dari sejumlah penggilingan," imbuhnya.

Analus Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Kabupaten Pekalongan Heri Purnomo membenarkan hal itu, meskipun banyak terjadi bencana banjir dan longsor, namun harga berbagai kebutuhan masih cukup stabil karena stok tersedia cukup berlimpah hibggavdapat memenuhi kebutuhan konsumen.

"Kita terus pantau kondisi sejumlah pasar tradisional maupun modern, karena dikhawatir ada lonjakan jelang Ramadan," ujar Heri Purnomo.

Kepala Bidang Perdagangan  Dindagkop-UKM Kota Pekalongan Fitria Yuliani mengatakan meskipun harga kebutuhan saat ini terhitung stabil, namun tetap diwaspadai terjadinya lonjakan jelang Ramadan, sehingga selain pemantauan di sejumlah pasar lebih intensif juga dilakukan penjagaan dan pengawasan ketat sektor distribusi.

Demikian juga diungkapkan Pj Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Aniceto MagnoDa Silva bahwa sejauh ini harga berbagai kebutuhan di daerah ini masih tetap stabil, namun menghadapi Ramadan ini tetap dilakukan penjagaan dan stok tersedia di tingkat pedagang masih cukup besar.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan pasokan pangan aman menjelang Ramadan, dengan pengendalian inflasi dan penguatan pasokan terus dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

"Pemerintah rutin memantau pergerakan harga di pasar tradisional dan seluruh daerah, sehingga jika muncul gejolak, langkah intervensi segera dilakukan agar kenaikan tidak liar atau dapat dikendalikan," ujar Sumarno.

Kondisi harga bahan pokok di Jawa Tengah, ungkap Sumarno, hingga kini masih relatif stabil, sebagai upaya menjaga kondisi ini Pemprov Jawa Tengah menggandeng Bulog untuk memastikan ketersediaan stok, terutama selama Ramadan untuk memenuhi konsumsi warga yang cenderung naik.

"Kenaikan harga itu mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, namun hingga saat ini harus tetap terkendali,” tambahnya.

Selain itu, menurut Sumarno, Pemrov Jawa Tengah juga sudah mendata lahan puso akibat sejumlah bencabavtang terjadi, langkah dilakukan untuk meringankan beban petani yakni dengan menyiapkan perlindungan skema asuransi. "Stok di Bulog  masih anan hingga Juki mendatang, cadangan beras tercatat mencapai 339.094 ton," tuturnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya