Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Kabar melegakan akhirnya datang bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di awal tahun ini. Setelah sempat membuat "kantong bolong" selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga komoditas pedas, khususnya Cabai Rawit Merah, terpantau mengalami penurunan signifikan atau "terjun bebas" pada perdagangan hari ini, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dirilis pukul 10.15 WIB, harga rata-rata nasional Cabai Rawit Merah kini bertengger di angka Rp53.900 per kilogram. Angka ini jauh lebih "ramah" dibandingkan puncak Nataru pekan lalu yang sempat menembus Rp80.000 hingga Rp90.000 di beberapa pasar tradisional Jakarta.
Penurunan harga tidak hanya terjadi pada jenis rawit merah. Berikut adalah pantauan harga rata-rata nasional untuk komoditas utama:
| Komoditas | Harga Rata-Rata (Rp/Kg) | Tren |
|---|---|---|
| Cabai Rawit Merah | Rp 53.900 | ▼ Turun Drastis |
| Cabai Merah Keriting | Rp 40.850 | ▼ Turun |
| Cabai Merah Besar | Rp 39.600 | ▼ Turun |
| Bawang Merah | Rp 49.800 | ▬ Stabil Tinggi |
| Telur Ayam Ras | Rp 32.750 | ▼ Turun Tipis |
Normalisasi permintaan pasca-liburan menjadi faktor utama. "Momen masak besar saat tahun baru sudah lewat, permintaan di pasar induk otomatis berkurang hampir 40 persen. Di sisi lain, pasokan panen dari sentra produksi di Jawa Timur, seperti Kediri dan Blitar, mulai masuk lancar ke Jakarta sejak semalam," ujar Sutomo, salah satu pedagang sayur di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Meski mayoritas harga cabai merah turun, masyarakat tetap perlu cermat. Anomali terjadi pada jenis Cabai Rawit Hijau yang justru masih bertahan tinggi di kisaran Rp57.550 per kilogram, bahkan lebih mahal dari rawit merah di beberapa daerah.
Di wilayah seperti Banyumas dan Kepulauan Riau, harga rawit hijau bahkan dilaporkan menembus Rp70.000/kg akibat faktor cuaca ekstrem yang menghambat panen lokal. Bagi Anda yang berencana menyetok bumbu dapur, momentum penurunan harga rawit merah dan keriting saat ini adalah waktu yang tepat untuk berbelanja sebelum curah hujan tinggi kembali memengaruhi distribusi.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
Kebutuhan bahan pokok merangkak mulai naik cabai merah dijual Rp88 ribu perkg, cabai rawit Rp72 ribu, cabai keriting Rp66 ribu, cabai japlak Rp87 ribu
Menjelang bulan suci Ramadan 2026, aktivitas perdagangan di Pasar Jatinegara belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mulai mengalami perubahan menjelang bulan suci Ramadhan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mulai mengalami perubahan menjelang bulan suci Ramadhan.
MENJELANG Perayaan Imlek dan Ramadan 2026, harga sejumlah bumbu dapur di Sungailiat, Bangka, Bangka Belitung (Babel), mengalami lonjakan.
MENJELANG Ramadan 2026, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Naikoten 1, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengalami kenaikan.
Memasuki minggu ketiga Januari 2026, seluruh komoditas cabai di Kota Padang Panjang tercatat mengalami penurunan harga.
Harga cabai rawit dan cabai merah meningkat akibat curah hujan yang tinggi pada Desember 2025 sehingga menyebabkan penurunan produksi yang berdampak pada terbatasnya pasokan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved