Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menanggapi isu rencana aksi mogok berjualan yang akan dilakukan pedagang daging sapi yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI). Pramono meyakini aktivitas perdagangan daging di Jakarta tetap berlangsung meskipun terdapat seruan mogok dari sebagian pedagang.
“Saya sudah membaca beritanya dan juga mengecek langsung ke lapangan. Memang ada keinginan untuk mogok, tetapi saya yakin tetap akan ada yang berjualan di Jakarta. Tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya untuk berdagang,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Barat, Kamis.
Sebelumnya, Dewan Pengurus Daerah APDI DKI Jakarta meminta Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman segera turun tangan mengatasi tingginya harga sapi potong yang dinilai membebani pedagang dan konsumen.
Ketua DPD APDI Jakarta Wahyu Purnama menyatakan lonjakan harga daging sapi paling dirasakan masyarakat menengah ke bawah, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mengungkapkan, dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian pada 5 Januari lalu, pemerintah sempat menjanjikan stabilisasi harga sapi timbang hidup dalam waktu dua pekan.
“Namun sampai sekarang belum terealisasi. Di sisi lain, daya beli masyarakat juga sedang menurun,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, tingginya harga sapi hidup dari feedloter berdampak langsung pada kenaikan harga karkas di rumah potong hewan (RPH), sehingga pedagang kesulitan menekan harga jual ke konsumen.
Berdasarkan aspirasi pedagang daging di pasar tradisional serta bandar sapi potong di wilayah Jabodetabek, DPD APDI memutuskan menggelar aksi mogok dagang selama tiga hari, mulai Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1). Aksi tersebut direncanakan berlangsung di seluruh pasar dan RPH di kawasan Jabodetabek.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta berharap distribusi dan penjualan daging sapi tetap berjalan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu, sembari menunggu langkah lanjutan pemerintah pusat dalam menstabilkan harga. (Ant/E-3)
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Pemerintah tidak akan ragu menindak produsen maupun distributor yang menaikkan harga daging sapi melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
AKSI mogok berjualan pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berlanjut hingga Senin (26/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved