Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rosan: Pelemahan Rupiah Masih dalam Batas Wajar bagi Investor

Insi Nantika Jelita
15/1/2026 16:39
Rosan: Pelemahan Rupiah Masih dalam Batas Wajar bagi Investor
MENTERI Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani.(Dok. MI)

MENTERI Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menilai pelemahan rupiah masih dalam kisaran wajar yang dapat diterima oleh investor. 

Ia menjelaskan, pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) memang tidak selalu meningkat secara linear, melainkan naik dan turun secara dinamis. 

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah sempat melemah 0,15% ke level Rp16.880 per dolar AS. Posisi ini menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.

"Saya melihat (pelemahan rupiah) ini masih dalam range yang sangat diterima oleh investor luar," ungkap Rosan di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (15/1).

Menurutnya, para investor sudah memperhitungkan risiko pergerakan nilai tukar rupiah ketika memutuskan menanamkan modal di Indonesia.

Menanggapi ketidakpastian global dan risiko geopolitik, Rosan menyatakan sejumlah gejolak internasional berada di luar kendali Indonesia. Ia mencontohkan konflik atau tindakan ekstrem antarnegara, seperti ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Venezuela, sebagai faktor eksternal yang tidak bisa dikendalikan pemerintah.

Namun, Rosan menegaskan pemerintah terus fokus pada aspek-aspek yang berada dalam kendali nasional, terutama perbaikan regulasi dan kebijakan agar semakin ramah terhadap investasi. Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif dan mampu meredam dampak ketidakpastian global.

"Yang di dalam negeri, kita kontrol dan selalu perbaiki. Terutama dari apa Dari segi regulasi dan juga kebijakan," tegasnya.

Ia mengakui ketegangan geopolitik dapat berdampak pada arus investasi dunia, karena negara-negara yang sibuk dengan masalah internal cenderung mengurangi aktivitas investasinya. Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena sumber dan sebaran investasinya relatif terdiversifikasi, dengan komitmen investor yang tetap kuat.

Rosan juga menuturkan pemerintah secara aktif menjaga komunikasi dengan para investor, baik melalui pertemuan langsung maupun daring, serta melalui kunjungan delegasi. Pendekatan ini dilakukan untuk memahami kebutuhan investor.

"Kami reach out ke mereka, mendengarkan apa sih kebutuhan mereka, apa sih yang mereka perlukan, apa sih yang perlu ditingkatkan agar segi ketidakpastian itu lebih mengecil," pungkasnya.  (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik