Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis. Menurutnya, sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) itu merupakan salah satu industri padat karya. Memerlukan jumlah pegawai yang banyak.
"Konsekuensinya tentu akan menyerap jumlah tenaga kerja yang banyak. Berpeluang menurunkan jumlah pengangguran. Jadi, keinginan pemerintah yang dalam hal ini melalui Danantara untuk membentuk BUMN tekstil sangat strategis dan layak untuk didorong ketika industri TPT milik swasta pun banyak yang kolaps," ungkap Asep Wahyuwijaya menanggapi rencana Pemerintah yang ingin membentuk BUMN tekstil.
Legislator NasDem dari Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) itu juga menambahkan, dengan adanya BUMN Tekstil, bisa diharapkan keberadaan BUMN tekstil ini selain akan menyerap tenaga kerja yang banyak juga akan menjadi katalis kembali berjayanya industri tekstil di Tanah Air di tengah kemunduran industri TPT milik swasta.
"Tantangan terbesar dari industri TPT saat ini sebetulnya justru disebabkan oleh kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah sendiri, yang dalam hal ini Kemendag. Hancurnya industri tekstil kita itu salah satunya kan karena disebabkan oleh begitu mudahnya Kemendag memberikan keleluasaan kepada importir tekstil dan produknya menjual barangnya di negeri kita," terang Asep.
Di pasar-pasar tradisional daerah, tambah Asep, di toko-toko pakaian semacam ITC saja banyak sekali produk-produk baju yang memiliki tag bahasa China yang bisa langsung dijual bebas. Sampai pakaian bekas (thrifting) saja membludak.
"Sehingga, kita tentu berharap keberadaan BUMN tekstil ini, selain akan menyerap tenaga kerja yang banyak juga akan menjadi katalis kembali berjayanya industri tekstil di tanah air di tengah kemunduran industri TPT milik swasta," jelas Asep.
Ketua DPP Partai NasDem ini juga mengingatkan, keinginan pemerintah untuk membuat BUMN tekstil semestinya juga harus memperhatikan upaya perbaikan dalam hal tata kelola industrinya.
"Saya tentu berharap, produk kita ini tidak hanya berorientasi ekspor dengan melakukan kerja sama dengan negara-negara Uni Eropa melalui IEU-CEPA atau negara-negara lainnya tapi juga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," tukasnya.
Menurut Asep, BUMN tekstil ini selain memproduksi barang-barang berkelas untuk diekspor tapi juga harus memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri yang harganya kompetitif namun berkualitas baik.
"Ini artinya, pemerintah pun tidak hanya membangun badan usahanya tetapi juga membenahi tata kelolanya sehingga industri tekstil swasta pun bisa kembali turut tumbuh," pungkas Asep.(RO/E-4)
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Program Mudik Gratis Pelindo 2026 resmi dibuka! Simak cara daftar online di mudikpelindo.id, syarat dokumen, jadwal keberangkatan, hingga rute kota tujuan.
BPKH menilai revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji menjadi momentum strategis bagi lembaga tersebut untuk memperkuat tata kelola dan fleksibilitas investasi serta penguatan peran anak usaha.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Dugaan pemerasan berkedok wartawan menyerang BUMN dan perusahaan swasta dengan tuduhan laporan keuangan fiktif. Modus ancaman dan intimidasi terungkap.
Kuasa hukum Kerry Riza mempertanyakan tuntutan 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.
Program Bestari besutan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mulai tuai hasil. Dua pemuda resmi bekerja sebagai barista profesional di Arab Saudi. Simak kisahnya!
Bisa jadi kata cemooh berasal dari kata ini; atau setidaknya memiliki nalar dan rasa yang sebangun.
Kegiatan ini menandai dimulainya Safari Ramadan Partai NasDem sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dan silaturahmi kader dengan masyarakat.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Surya Paloh menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat silaturahmi bagu seluruh elemen bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Buka Puasa Bersama Partai NasDem
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved