Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menanggapi optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa rupiah akan menguat dalam dua pekan ke depan. Menurutnya, optimistisme seperti itu sah-sah saja.
Namun, katanya, pasar valuta asing tidak bekerja berdasarkan niat baik atau keyakinan pejabat. Rizal mengatakan bahwa pasar bekerja berdasarkan arus dana nyata.
"Investor asing tidak masuk hanya karena ekonomi disebut 'membaik', melainkan karena melihat kombinasi yang jelas antara imbal hasil, risiko, dan kepastian kebijakan," ujarnya saat dihubungi, Kamis (15/1).
Dalam jangka sangat pendek seperti dua pekan, lanjut Rizal, narasi fundamental sering kali kalah cepat dibanding sentimen global, pergerakan dolar AS, dan keputusan portofolio investor besar yang sifatnya taktis.
"Masalahnya, kondisi rupiah saat ini bukan semata soal fundamental ekonomi domestik, melainkan soal persepsi risiko. Selama investor masih melihat ketidakpastian global, volatilitas pasar keuangan, dan kebutuhan lindung nilai yang tinggi, penguatan rupiah cenderung bersifat rapuh," ungkap Rizal.
Menurutnya, rupiah bisa saja menguat sebentar karena intervensi atau sentimen sesaat. Namun tanpa inflow yang konsisten dan katalis global yang mendukung, penguatan itu lebih mirip 'pantulan teknikal' ketimbang perubahan tren.
"Di titik ini, optimisme penting untuk menjaga kepercayaan, tetapi stabilitas rupiah tetap ditentukan oleh disiplin kebijakan dan kredibilitas di mata pasar, bukan oleh prediksi waktu yang terlalu presisi," jelasnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan segera menguat dalam waktu dekat. Keyakinan tersebut didasarkan pada membaiknya fundamental ekonomi nasional serta mulai masuknya kembali aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
"Saya melihat fondasi ekonomi kita akan terus membaik. Ini akan menguat dua minggu ke depan,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1).
Purbaya menegaskan penguatan nilai tukar rupiah seharusnya terjadi secara alami seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mengarah ke kisaran 6% pada tahun ini, Indonesia dinilai semakin menarik di mata investor global.
Ia juga optimistis aliran dana asing mulai kembali masuk ke pasar modal Indonesia, yang menjadi sinyal positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, modal asing cenderung mengalir ke negara yang menawarkan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
"Kalau investor sudah yakin, rupiah akan menguat karena arus modal masuk. Uang orang Indonesia yang selama ini disimpan di luar negeri juga akan kembali karena mereka melihat peluang bisnis di dalam negeri,” ujarnya.
Purbaya menambahkan, dengan pengelolaan yang tepat, penguatan rupiah tidak sulit untuk diwujudkan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik.
“Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah. Jadi masyarakat tidak perlu panik, rupiah akan segera menguat dalam waktu dua minggu ke depan,” tegasnya.
Ia mengatakan stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab utama Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Namun pemerintah, katanya, akan terus berkoordinasi dengan bank sentral agar kebijakan yang ditempuh tetap sejalan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar terhadap rupiah. (H-3)
Nilai tukar mata uang Rupiah hari ini 20 Maret 2026 bergerak di zona merah, mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 19 Maret 2026 bergerak fluktuatif di level Rp16.900-an. Cek juga harga emas Antam yang menguat hari ini.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif pada 18 Maret 2026 usai BI menahan suku bunga di 4,75%. Cek harga kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Kurs rupiah hari ini 17 Maret 2026 menguat ke Rp16.965 per dolar AS. Pasar menanti pengumuman BI Rate di tengah tensi geopolitik Timur Tengah.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan harga BBM tak akan naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia tembus US$100. Simak jaminan kekuatan APBN di sini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa deteksi 10 perusahaan lakukan underinvoicing. Kebocoran penerimaan negara segera ditutup demi target fiskal 2026.
Purbaya juga melihat saat ini belum ada urgensi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk melebarkan defisit APBN.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pastikan restrukturisasi utang Whoosh rampung. Keputusan final kini ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Cek selengkapnya!
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui wacana pelebaran defisit APBN atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved