Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Rupiah Menguat dalam Dua Pekan? Ini Kata Ekonom

Ihfa Firdausya
15/1/2026 13:33
Rupiah Menguat dalam Dua Pekan? Ini Kata Ekonom
Petugas teller menata uang pecahan dolar Amerika Serikat dan rupiah Indonesia.(Dok. MI/Susanto)

KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menanggapi optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa rupiah akan menguat dalam dua pekan ke depan. Menurutnya, optimistisme seperti itu sah-sah saja.

Namun, katanya, pasar valuta asing tidak bekerja berdasarkan niat baik atau keyakinan pejabat. Rizal mengatakan bahwa pasar bekerja berdasarkan arus dana nyata.

"Investor asing tidak masuk hanya karena ekonomi disebut 'membaik', melainkan karena melihat kombinasi yang jelas antara imbal hasil, risiko, dan kepastian kebijakan," ujarnya saat dihubungi, Kamis (15/1).

Dalam jangka sangat pendek seperti dua pekan, lanjut Rizal, narasi fundamental sering kali kalah cepat dibanding sentimen global, pergerakan dolar AS, dan keputusan portofolio investor besar yang sifatnya taktis.

"Masalahnya, kondisi rupiah saat ini bukan semata soal fundamental ekonomi domestik, melainkan soal persepsi risiko. Selama investor masih melihat ketidakpastian global, volatilitas pasar keuangan, dan kebutuhan lindung nilai yang tinggi, penguatan rupiah cenderung bersifat rapuh," ungkap Rizal.

Menurutnya, rupiah bisa saja menguat sebentar karena intervensi atau sentimen sesaat. Namun tanpa inflow yang konsisten dan katalis global yang mendukung, penguatan itu lebih mirip 'pantulan teknikal' ketimbang perubahan tren.

"Di titik ini, optimisme penting untuk menjaga kepercayaan, tetapi stabilitas rupiah tetap ditentukan oleh disiplin kebijakan dan kredibilitas di mata pasar, bukan oleh prediksi waktu yang terlalu presisi," jelasnya.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan segera menguat dalam waktu dekat. Keyakinan tersebut didasarkan pada membaiknya fundamental ekonomi nasional serta mulai masuknya kembali aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

"Saya melihat fondasi ekonomi kita akan terus membaik. Ini akan menguat dua minggu ke depan,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1).

Purbaya menegaskan penguatan nilai tukar rupiah seharusnya terjadi secara alami seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mengarah ke kisaran 6% pada tahun ini, Indonesia dinilai semakin menarik di mata investor global.

Ia juga optimistis aliran dana asing mulai kembali masuk ke pasar modal Indonesia, yang menjadi sinyal positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, modal asing cenderung mengalir ke negara yang menawarkan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

"Kalau investor sudah yakin, rupiah akan menguat karena arus modal masuk. Uang orang Indonesia yang selama ini disimpan di luar negeri juga akan kembali karena mereka melihat peluang bisnis di dalam negeri,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, dengan pengelolaan yang tepat, penguatan rupiah tidak sulit untuk diwujudkan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik.

“Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah. Jadi masyarakat tidak perlu panik, rupiah akan segera menguat dalam waktu dua minggu ke depan,” tegasnya.

Ia mengatakan stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab utama Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Namun pemerintah, katanya, akan terus berkoordinasi dengan bank sentral agar kebijakan yang ditempuh tetap sejalan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar terhadap rupiah. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya