Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi. Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan, lonjakan harga pangan yang kerap terjadi saat Ramadan hanya bisa dicegah dengan langkah antisipatif berbasis data dan perencanaan sejak dini.
Peringatan itu disampaikan Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah.
"Kalau sudah kerjanya di bulan Ramadan, enggak akan bisa kita menanggulanginya," ujarnya dikutip pada Rabu (14/1).
Tomsi mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh wilayah segera menggelar rapat internal. Ia meminta daerah membuka data inflasi minimal tiga tahun terakhir untuk memetakan pola kenaikan harga, sekaligus merumuskan langkah konkret menghadapi Ramadan tahun ini.
Ia berharap Ramadan 2026 dapat menjadi momentum pembuktian kemampuan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. "Sekali-sekali Bapak-Ibu sekalian kita membuat sejarah, bahwa di Ramadan tahun 2026 sembako terkendali, barang tidak naik," jelasnya.
Dalam arahannya, Tomsi menyoroti sejumlah komoditas strategis yang berpotensi memicu inflasi. Di antaranya bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, cabai, minyak goreng, dan beras. Menurutnya, pengendalian harga komoditas tersebut menuntut koordinasi erat antara kementerian/lembaga teknis, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha agar pasokan dan distribusi tetap terjaga.
Di sisi lain, Tomsi menyampaikan bahwa inflasi nasional secara year on year pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92%. Angka ini masih berada dalam rentang target inflasi nasional 2,5% dengan toleransi plus minus 1%.
Ia menekankan bahwa inflasi ideal dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Inflasi yang terlalu rendah dinilai dapat menekan produsen, terutama petani dan pelaku perkebunan, sementara inflasi yang terlalu tinggi akan memberatkan masyarakat. "Batas kita yang ideal adalah 2,5%" tuturnya.
Tomsi juga mengakui adanya kenaikan inflasi bulanan pada Desember 2025 sebesar 0,64%. Kenaikan tersebut dipengaruhi bencana di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang berdampak pada harga pangan di wilayah terdampak dan turut menyumbang inflasi nasional.
"Dengan kondisi saudara-saudara kita mendapatkan musibah, kita masih mendapatkan angka yang baik, di mana masih dalam batasan 1,5 sampai 3,5%," kata dia.
Atas capaian itu, Tomsi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya evaluasi lebih mendalam terhadap daerah-daerah dengan inflasi tinggi yang berlangsung cukup lama.
Ia pun meminta agar rapor inflasi daerah sepanjang 2025 segera disusun dan dipaparkan sebagai bahan evaluasi bersama. Rapor tersebut akan memetakan daerah penyumbang inflasi tinggi beserta komoditas pemicunya. "Rapat ini bukan formalitas. Rapat ini juga untuk menunjukkan upaya teman-teman di daerah, menunjukkan kemampuan teman-teman di daerah," pungkas Tomsi. (Mir)
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Harga di Pasar Penuin, Pasar Mitra Raya, dan Pasar Tos 3000 menunjukkan harga cabai rawit merah menembus Rp92.950 per kilogram.
Harga beras medium di Pasar Sidodadi Cilacap berada pada kisaran Rp13.000–Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.000–Rp14.500 per kg.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Pada perspektif makro, harga yang stabil menciptakan kepastian usaha, visibilitas permintaan, kepercayaan investor, serta perlindungan daya beli masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar. Dalam waktu dekat, sebanyak 308 GPM akan digelar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng).
Harga pangan di Pasar Terong terpantau relatif stabil dengan pasokan yang mencukupi.
DI awal bulan suci Ramadan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak), di Pasar Tradisional Larangan Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Kamis (19/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved