Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi. Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan, lonjakan harga pangan yang kerap terjadi saat Ramadan hanya bisa dicegah dengan langkah antisipatif berbasis data dan perencanaan sejak dini.
Peringatan itu disampaikan Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah.
"Kalau sudah kerjanya di bulan Ramadan, enggak akan bisa kita menanggulanginya," ujarnya dikutip pada Rabu (14/1).
Tomsi mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh wilayah segera menggelar rapat internal. Ia meminta daerah membuka data inflasi minimal tiga tahun terakhir untuk memetakan pola kenaikan harga, sekaligus merumuskan langkah konkret menghadapi Ramadan tahun ini.
Ia berharap Ramadan 2026 dapat menjadi momentum pembuktian kemampuan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. "Sekali-sekali Bapak-Ibu sekalian kita membuat sejarah, bahwa di Ramadan tahun 2026 sembako terkendali, barang tidak naik," jelasnya.
Dalam arahannya, Tomsi menyoroti sejumlah komoditas strategis yang berpotensi memicu inflasi. Di antaranya bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, cabai, minyak goreng, dan beras. Menurutnya, pengendalian harga komoditas tersebut menuntut koordinasi erat antara kementerian/lembaga teknis, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha agar pasokan dan distribusi tetap terjaga.
Di sisi lain, Tomsi menyampaikan bahwa inflasi nasional secara year on year pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92%. Angka ini masih berada dalam rentang target inflasi nasional 2,5% dengan toleransi plus minus 1%.
Ia menekankan bahwa inflasi ideal dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Inflasi yang terlalu rendah dinilai dapat menekan produsen, terutama petani dan pelaku perkebunan, sementara inflasi yang terlalu tinggi akan memberatkan masyarakat. "Batas kita yang ideal adalah 2,5%" tuturnya.
Tomsi juga mengakui adanya kenaikan inflasi bulanan pada Desember 2025 sebesar 0,64%. Kenaikan tersebut dipengaruhi bencana di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang berdampak pada harga pangan di wilayah terdampak dan turut menyumbang inflasi nasional.
"Dengan kondisi saudara-saudara kita mendapatkan musibah, kita masih mendapatkan angka yang baik, di mana masih dalam batasan 1,5 sampai 3,5%," kata dia.
Atas capaian itu, Tomsi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya evaluasi lebih mendalam terhadap daerah-daerah dengan inflasi tinggi yang berlangsung cukup lama.
Ia pun meminta agar rapor inflasi daerah sepanjang 2025 segera disusun dan dipaparkan sebagai bahan evaluasi bersama. Rapor tersebut akan memetakan daerah penyumbang inflasi tinggi beserta komoditas pemicunya. "Rapat ini bukan formalitas. Rapat ini juga untuk menunjukkan upaya teman-teman di daerah, menunjukkan kemampuan teman-teman di daerah," pungkas Tomsi. (Mir)
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memperkuat pengawasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Satgas memusatkan pemantauan di Pasar Inpres Manonda, Kecamatan Palu Barat.
MENJELANG bulan Ramadan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat mengantisipasi gejolak harga dan mutu pangan.
HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merangkak naik mendekati Ramadan 1447 Hijriah.
MENTERI Perdagangan Budi Santoso memastikan harga barang kebutuhan pokok (bapok) stabil dan pasokannya tersedia menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved