Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa tangguh pada pembukaan perdagangan Rabu (7/1) pagi. Di tengah mayoritas bursa saham kawasan Asia yang memerah, IHSG justru melaju di zona hijau.
IHSG hari ini dibuka menguat 25,47 poin (0,29%) ke posisi 8.959,08. Tren positif ini juga diikuti oleh kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang naik 2,34 poin (0,27%) ke level 867,40.
Dilansir dari Antara, tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebutkan, pergerakan pasar hari ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang solid. Berikut adalah tiga faktor utama yang menopang penguatan IHSG hari ini:
Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) yang kompak menguat memberikan efek tular yang positif ke pasar domestik. Optimisme ini ditopang oleh sektor teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).
Meski terdapat ketegangan geopolitik akibat serangan AS ke Venezuela, pasar merespons dengan tenang. Dampak konflik ini dinilai terbatas karena peran Venezuela yang relatif kecil dalam rantai pasok ekonomi global maupun pasar minyak dunia, sehingga tidak menekan sentimen investasi secara signifikan.
Kabar baik datang dari hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat. Kedua negara kini memasuki tahap final perundingan perjanjian dagang yang akan digelar pada 12-19 Januari 2026 di Washington DC.
Sebagai pembanding, bursa Asia pagi ini justru tertekan. Indeks Nikkei (Jepang) melemah 0,44%, Hang Seng (Hong Kong) turun 0,94%, dan Straits Times (Singapura) terkoreksi tipis 0,05%. (Z-10)
IHSG dan kapitalisasi pasar BEI cetak rekor ATH pada pekan 12–15 Januari 2026. Simak data transaksi harian, aksi beli asing, dan pencatatan obligasi terbaru.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 9.000 pada penutupan perdagangan Rabu (14/1), menandai kembalinya optimisme investor di pasar saham domestik
Aliran dana asing kembali menjadi penopang utama pasar saham domestik, mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi.
IHSG hari ini 14 Januari 2026 dibuka melesat ke level 9.007,05, mencetak rekor All Time High (ATH) baru di tengah optimisme pasar modal Indonesia.
IHSG ditutup melemah 0,22% ke level 8.925 pada perdagangan Kamis (8/1). Analis menyebut koreksi sehat akibat profit taking pasca reli panjang.
Purbaya menambahkan, penguatan IHSG menunjukkan bahwa investor sudah semakin percaya pada fondasi perekonomian domestik ke depan.
HSG berhasil menjebol level psikologis 9.000 di tengah merahnya bursa Asia. Menkeu Purbaya sebut ini bukti kepercayaan investor telah pulih total.
IHSG diprediksi menguat ke level 8.884 seiring pasar mengabaikan tensi AS-Venezuela. Simak faktor pendorong dari insentif PPN DTP hingga harga emas.
IHSG mencetak sejarah baru (All Time High) di level 8.859, mengabaikan tensi geopolitik global berkat solidnya data neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved