Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pangan segar menurun signifikan di pengujung tahun 2025. Bapanas menyatakan penurunan tersebut terjadi seiring terjaganya pasokan dan kelancaran distribusi, terutama berkat penguatan pengawasan dan intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Penurunan harga cabai dan bawang dirasakan langsung oleh para pedagang. “Alhamdulillah turun semua ini, tadinya ini (cabai merah keriting) sempet Rp45.000,” ungkap Tumini, pedagang sayur di Pasar Blok F, Kota Cilegon, Selasa (30/12), dilansir dari keterangan resmi Bapanas.
Harga cabai merah keriting yang sebelumnya berada di angka Rp45.000 per kilogram kini turun menjadi Rp35.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah, dari kisaran Rp80.000–Rp90.000 per kilogram menjadi Rp70.000 per kilogram.
Sementara itu, bawang merah mengalami penurunan harga dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Di sisi lain, jumlah permintaan meningkat seiring momentum Nataru 2025/2026.
Adapun pasokan untuk komoditas tersebut, saat ini terjaga dan tidak mengalami kekurangan, bahkan kondisinya dinilai jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Sekarang masalah barang gak sampai kekurangan Pak, tahun-tahun ini kayaknya. Jauh dibandingkan dulu,” imbuh Tumini.
Di saat yang sama, harga telur ayam ras mengalami koreksi dan kini berada di level Rp29.000 per kilogram, turun dari sebelumnya yang sempat melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp30.000.
Seiring dengan tren penurunan tersebut, harga daging ayam ras di tingkat pedagang mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya. “Minggu lalu (daging ayam) Rp29.000 sampai Rp30.000, sekarang Rp26.000 per kilo yang gede, kalo yang biasa mah Rp23.000,” terang Emi, pedagang daging ayam.
Untuk harga komoditas daging sapi, di tingkat pedagang terpantau stabil dan berada pada kisaran normal sesuai HAP, sebesar Rp130.000-140.000. “Alhamdulillah kalo daging mah normal-normal aja,” ujar Rojali, pedagang daging sapi.
Stabilitas harga dan ketersediaan daging sapi diaminkan langsung oleh konsumen di pasar. “Menurut saya stabil sih, dari kemarin juga sama tetap. (Stoknya) aman, selalu ada di sini. Kalau menurut saya masih terjangkau ya,” kata Aisyah, konsumen pasar.
Untuk diketahui, merujuk pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, Harga Acuan Penjualan (HAP) ditetapkan masing-masing sebesar Rp36.000–41.500 untuk bawang merah, Rp38.000 untuk bawang putih, Rp40.000–57.000 untuk cabai rawit merah, Rp37.000–55.000 untuk cabai merah keriting, Rp40.000 untuk daging ayam ras, serta Rp130.000 hingga Rp140.000 untuk daging sapi.
Sementara itu, komoditas Minyakita saat ini dipasarkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700. Penyesuaian harga tersebut dilakukan setelah inspeksi mendadak (sidak) oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan, yang sebelumnya menemukan harga penjualan masih berada di atas HET.
Pada kesempatan lain, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang mematuhi regulasi terkait Harga Eceran Tertinggi (HET). Amran menegaskan akan menindak tegas produsen yang tidak mematuhi ketentuan tersebut.
“Sekali lagi saudaraku yang sudah mematuhi aturan regulasi yang ada atau menjual komoditas pangan di bawah HET, itu kami ucapkan terima kasih. Tetapi yang masih tinggi kami akan turunkan, kami minta Satgas Pangan turun mengecek langsung sampai produsen. Sekali lagi, bukan pengecernya yang ditindak tapi produsennya kita cari,” tegas Amran di Jakarta, Selasa (30/12).
Sejalan dengan penguatan pengawasan di tingkat pusat, upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga juga terus diperkuat di daerah. Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan memperkuat kerja sama antar daerah (KAD) melalui skema Business to Business (B2B) dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bawang merah di Brebes, Jawa Tengah.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar dalam berbagai kondisi, termasuk pada momentum Nataru. (Ifa)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok pangan aman menjelang Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memberikan harapan membuncah bagi masyarakat terkait stok bahan pangan melimpah sampai Lebaran 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sebanyak 22 ton beras Bulog yang tersimpan di shelter Posko Bencana Lanud Iskandar Muda. Beras itu disiapkan untuk dibawa ke Takengon, Aceh Tengah.
KENAIKAN harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, yang menembus hampir Rp1 juta per karung memicu respons cepat pemerintah.
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Beberapa hari sebelumnya, pedagang sempat menjual cabai rawit dengan harga Rp100.000 per kilogram.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved