Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Harga Emas Dunia Meroket, Kekayaan 3 Pengusaha Tambang Ikut Melejit

Andhika Prasetyo
24/12/2025 09:48
Harga Emas Dunia Meroket, Kekayaan 3 Pengusaha Tambang Ikut Melejit
Ilustrasi(Antara)

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan cadangan emas yang melimpah. Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), Indonesia menempati peringkat kedelapan produsen emas terbesar dunia pada 2023. Kekayaan sumber daya ini semakin bernilai di tengah lonjakan harga emas global yang terus mencetak rekor.

Menurut data yang dirilis VnExpress, harga emas dunia telah melonjak lebih dari 60% sejak awal tahun, menyentuh level US$4.337 per ons. Tren kenaikan ini diperkirakan masih berlanjut. Goldman Sachs bahkan memproyeksikan harga emas dapat mencapai US$4.900 per ons pada tahun depan, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan pergeseran kebijakan moneter dunia.

Kenaikan harga emas tersebut membawa dampak signifikan, tidak hanya bagi negara produsen, tetapi juga bagi para pemilik dan pengendali perusahaan tambang emas di Indonesia. Salah satu cadangan emas terbesar berada di Tambang Pani di Sulawesi, dengan estimasi simpanan hampir lima juta ons emas, menjadikannya aset strategis di tengah reli harga komoditas ini.

Berikut 3 pengusaha tambang emas yang cuan besar:

1. Garibaldi Thohir dan Edwin Soeryadjaya

Momentum kenaikan harga emas dimanfaatkan oleh Garibaldi Thohir dan Edwin Soeryadjaya melalui penawaran umum perdana (IPO) perusahaan tambang Merdeka Gold Resource pada September lalu. Dari aksi korporasi tersebut, keduanya berhasil menghimpun dana sekitar Rp4,7 triliun atau setara USD280 juta.

Lonjakan nilai aset tambang turut mengerek kekayaan Garibaldi Thohir hingga menempatkannya di peringkat ke-19 orang terkaya di Indonesia, dengan estimasi kekayaan bersih USD3,8 miliar. Sementara itu, Edwin Soeryadjaya berada di peringkat ke-45, dengan kekayaan sekitar USD1,2 miliar. Keduanya juga tercatat memiliki keterkaitan kepemilikan saham di Alamtri Resources Indonesia, salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia.

2. Peter Sondakh

Kenaikan harga emas juga berdampak besar pada kekayaan Peter Sondakh, pengendali Archi Indonesia, salah satu produsen emas terbesar di Tanah Air. Dalam setahun terakhir, saham perusahaan tersebut tercatat melonjak lebih dari empat kali lipat, menambah sekitar USD1 miliar pada total kekayaannya.

Dengan kenaikan tersebut, kekayaan bersih Sondakh kini diperkirakan mencapai USD3,1 miliar. Ia dikenal sebagai pendiri Rajawali Corpora, perusahaan investasi dengan portofolio luas yang mencakup sektor perhotelan, media, dan pertambangan, termasuk kepemilikan jaringan hotel mewah Four Seasons di Jakarta dan Bali.

3. Anthoni Salim dan Agoes Projosasmito

Keuntungan dari sektor emas juga dirasakan oleh Anthoni Salim dan Agoes Projosasmito, yang memiliki kepentingan di Bumi Resources serta anak usaha emas dan tembaga Bumi Resources Minerals.

Saham Bumi Resources mencatatkan penguatan signifikan setelah perusahaan tersebut mengakuisisi penambang emas asal Australia, Wolfram, pada November lalu dengan nilai sekitar 63 juta dolar Australia atau setara US$41 juta. Anthoni Salim kini menempati posisi orang terkaya kelima di Indonesia dengan kekayaan bersih sekitar USD13,6 miliar, sementara Agoes Projosasmito berada di peringkat ke-13 dengan kekayaan sekitar USD5 miliar.

Kekayaan Konglomerat Tembus Rekor Baru

Secara keseluruhan, 50 orang terkaya di Indonesia mencatatkan total kekayaan mencapai USD306 miliar pada tahun ini. Rekor tersebut didorong oleh kenaikan 17% indeks saham acuan, serta lonjakan harga komoditas strategis seperti emas.

Kondisi ini menunjukkan bahwa reli harga emas global tidak hanya memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai, tetapi juga menjadi mesin pertumbuhan kekayaan bagi para pelaku industri pertambangan di Indonesia, seiring dengan peran strategis negara sebagai produsen emas dunia. (Metrotvnews/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya