Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Harga Emas Dunia terus Ambruk

Andhika Prasetyo
02/2/2026 10:10
Harga Emas Dunia terus Ambruk
Ilustrasi(Antara)

Harga emas dunia mengalami koreksi tajam ke level US$ 4.742,73 per troy ounce, pada perdagangan Senin 2 Februaru 2026. Sentimen penguatan Dollar AS menjadi faktor utama yang menekan harga logam mulia secara global pagi ini.

Harga emas hari ini di pasar spot sempat terperosok hingga 4% pada awal sesi perdagangan Asia. Pada waktu yang sama, harga perak juga terkoreksi sekitar 4%, setelah sehari sebelumnya sempat anjlok hingga 12%. Kondisi itu menjadi penurunan intraday terbesar sepanjang sejarah perdagangan perak.

Reli Dinilai Terlalu Padat Posisi Beli

Mantan trader logam mulia di JPMorgan Chase & Co, Robert Gottlieb, yang kini berperan sebagai analis independen, menilai koreksi harga logam mulia masih berpotensi berlanjut. Menurutnya, pasar telah dipenuhi posisi beli berlebihan, sehingga harga tengah mencari level dukungan baru yang lebih stabil. Pada 2025, emas dan perak sempat mencetak rekor tertinggi yang mengejutkan banyak pelaku pasar berpengalaman, sebelum reli tersebut semakin menguat pada Januari 2026.

Lonjakan harga logam mulia kala itu dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik, pelemahan mata uang global, serta ketidakpastian arah kebijakan Federal Reserve.

Nominasi Ketua The Fed Tekan Sentimen Emas

Koreksi tajam harga emas yang terjadi sejak Jumat (30/1/2026) dipicu oleh kabar pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve oleh Presiden AS Donald Trump. Informasi ini memperkuat dolar AS dan meredam ekspektasi investor terhadap pelemahan mata uang tersebut.

Warsh dipersepsikan pasar sebagai figur yang tegas dalam memerangi inflasi. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat membuat dolar semakin perkasa, sekaligus menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Selain faktor kebijakan, volatilitas ekstrem juga meningkatkan tekanan teknis di pasar. Lonjakan harga yang terlalu cepat mengguncang model risiko dan neraca keuangan para pelaku pasar, memicu aksi likuidasi.

(E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya