Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR globalisasi dan ekonomi internasional University of Oxford, Prof. Ian Goldin, menilai emas tetap menjadi aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Hal itu disampaikan di sela World Governments Summit (WGS) 2026 di Dubai, 4 Februari 2026, saat membahas tren permintaan emas, pelemahan kepercayaan terhadap dolar AS, hingga dinamika ekonomi dunia.
Goldin mengatakan permintaan emas global pada siklus ekonomi 2025–2026 diperkirakan tetap kuat. Ia menyebut tren kenaikan permintaan sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir dan masih ditopang fundamental yang solid.
“Saya percaya kebutuhan emas akan tetap kuat. Fundamentalnya tetap ada,” ujar Goldin dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 6 februari 2026.
Menurutnya, meningkatnya minat terhadap emas dipicu kecemasan kebijakan di Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, serta melemahnya kepemimpinan global. Konflik dan tensi di sejumlah kawasan seperti Iran, Ukraina, Rusia, Taiwan, dan Tiongkok turut mendorong investor beralih ke aset aman.
Fenomena bank sentral yang meningkatkan cadangan emas juga dinilai mencerminkan menurunnya kepercayaan terhadap dolar AS sebagai jangkar sistem keuangan global.
“Itu mencerminkan berkurangnya kepercayaan pada dolar AS,” jelas Goldin.
Meski demikian, ia menilai tren pembelian emas oleh bank sentral kemungkinan tidak setajam sebelumnya. Keterbatasan alternatif mata uang global seperti euro, yuan, dan yen membuat emas tetap menjadi pilihan utama. Sementara aset kripto seperti Bitcoin dinilai masih terlalu volatil untuk menjadi penyimpan nilai jangka panjang.
Di tengah disrupsi teknologi, Goldin menegaskan emas tetap mempertahankan peran tradisionalnya. Pertumbuhan kelas menengah global juga dinilai memperluas basis permintaan karena semakin banyak individu menabung dalam bentuk emas.
Ia menambahkan, gangguan rantai pasok dan perdagangan global berpotensi memengaruhi produksi dan harga emas. Ketidakpastian kebijakan AS serta konflik geopolitik termasuk di Timur Tengah dan jalur strategis seperti Selat Hormuz, dapat memicu volatilitas pasar.
Terkait implikasi bagi pemerintah, termasuk Indonesia, Goldin menekankan pentingnya fondasi makroekonomi yang kuat untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika global.
“Indonesia perlu menjaga pertumbuhan, defisit anggaran, dan fondasi ekonomi tetap kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan inflasi rendah, kebijakan yang dapat diprediksi, serta pemerintahan transparan menjadi kunci membangun kepercayaan dan menarik investasi. (H-2)
Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% ke level US$ 5.373 per troy ounce akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Simak dampak ke harga emas Antam dan Rupiah.
Harga emas dunia diperkirakan bergerak di kisaran US$4.800–US$5.100 per troy ounce. Emas Antam diproyeksikan Rp3,0–Rp3,2 juta per gram.
Harga emas dunia mengalami koreksi tajam ke level US$ 4.742,73 per troy ounce, pada perdagangan Senin 2 Februaru 2026.
Harga Emas Hari ini melemah tajam. Harga emas dunia anjlok hingga 16,4% dalam 2 hari, dari puncak Rp93 juta ke Rp82 juta per ons.
Harga emas dunia (XAU/USD) hari ini mencetak rekor baru di USD 5.545 per troy ounce. Simak tabel konversi harga emas ke Rupiah dan analisis pasar global terkini.
Kerja sama ini akan fokus pada penerapan jangka panjang teknologi artificial intelligence (AI)/kecerdasan buatan pada bidang keuangan.
Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Kanada ingin terlebih dulu bertemu dengan pebisnis lokal untuk menjajaki peluang investasi.
Peningkatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu minat masyarakat terhadap investasi, terutama pada instrumen yang dinilai relatif aman atau safe haven.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved