Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR globalisasi dan ekonomi internasional University of Oxford, Prof. Ian Goldin, menilai emas tetap menjadi aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Hal itu disampaikan di sela World Governments Summit (WGS) 2026 di Dubai, 4 Februari 2026, saat membahas tren permintaan emas, pelemahan kepercayaan terhadap dolar AS, hingga dinamika ekonomi dunia.
Goldin mengatakan permintaan emas global pada siklus ekonomi 2025–2026 diperkirakan tetap kuat. Ia menyebut tren kenaikan permintaan sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir dan masih ditopang fundamental yang solid.
“Saya percaya kebutuhan emas akan tetap kuat. Fundamentalnya tetap ada,” ujar Goldin dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 6 februari 2026.
Menurutnya, meningkatnya minat terhadap emas dipicu kecemasan kebijakan di Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, serta melemahnya kepemimpinan global. Konflik dan tensi di sejumlah kawasan seperti Iran, Ukraina, Rusia, Taiwan, dan Tiongkok turut mendorong investor beralih ke aset aman.
Fenomena bank sentral yang meningkatkan cadangan emas juga dinilai mencerminkan menurunnya kepercayaan terhadap dolar AS sebagai jangkar sistem keuangan global.
“Itu mencerminkan berkurangnya kepercayaan pada dolar AS,” jelas Goldin.
Meski demikian, ia menilai tren pembelian emas oleh bank sentral kemungkinan tidak setajam sebelumnya. Keterbatasan alternatif mata uang global seperti euro, yuan, dan yen membuat emas tetap menjadi pilihan utama. Sementara aset kripto seperti Bitcoin dinilai masih terlalu volatil untuk menjadi penyimpan nilai jangka panjang.
Di tengah disrupsi teknologi, Goldin menegaskan emas tetap mempertahankan peran tradisionalnya. Pertumbuhan kelas menengah global juga dinilai memperluas basis permintaan karena semakin banyak individu menabung dalam bentuk emas.
Ia menambahkan, gangguan rantai pasok dan perdagangan global berpotensi memengaruhi produksi dan harga emas. Ketidakpastian kebijakan AS serta konflik geopolitik termasuk di Timur Tengah dan jalur strategis seperti Selat Hormuz, dapat memicu volatilitas pasar.
Terkait implikasi bagi pemerintah, termasuk Indonesia, Goldin menekankan pentingnya fondasi makroekonomi yang kuat untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika global.
“Indonesia perlu menjaga pertumbuhan, defisit anggaran, dan fondasi ekonomi tetap kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan inflasi rendah, kebijakan yang dapat diprediksi, serta pemerintahan transparan menjadi kunci membangun kepercayaan dan menarik investasi. (H-2)
Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% ke level US$ 5.373 per troy ounce akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Simak dampak ke harga emas Antam dan Rupiah.
Harga emas dunia diperkirakan bergerak di kisaran US$4.800–US$5.100 per troy ounce. Emas Antam diproyeksikan Rp3,0–Rp3,2 juta per gram.
Harga emas dunia mengalami koreksi tajam ke level US$ 4.742,73 per troy ounce, pada perdagangan Senin 2 Februaru 2026.
Harga Emas Hari ini melemah tajam. Harga emas dunia anjlok hingga 16,4% dalam 2 hari, dari puncak Rp93 juta ke Rp82 juta per ons.
Harga emas dunia (XAU/USD) hari ini mencetak rekor baru di USD 5.545 per troy ounce. Simak tabel konversi harga emas ke Rupiah dan analisis pasar global terkini.
Kanada ingin terlebih dulu bertemu dengan pebisnis lokal untuk menjajaki peluang investasi.
Peningkatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu minat masyarakat terhadap investasi, terutama pada instrumen yang dinilai relatif aman atau safe haven.
Kenaikan tajam emas dalam sepekan terakhir dipicu oleh eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Platform investasi aset kripto Pintu meluncurkan program eksklusif Pintu VIP bagi pengguna dengan aktivitas perdagangan dalam volume besar.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
PENDIDIKAN bisa jadi merupakan salah satu konsep dan aktivitas yang paling kompleks serta multidimensional dalam sejarah manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved