Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Genjot Ekonomi Digital, Pemerintah Luncurkan Pelatihan Gig Economy dan AI Innovation Challenge

Basuki Eka Purnama
20/12/2025 12:46
Genjot Ekonomi Digital, Pemerintah Luncurkan Pelatihan Gig Economy dan AI Innovation Challenge
Peluncuran Program Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z dan AI Open Innovation Challenge. (MI/HO)

PEMERINTAH Indonesia resmi memperkuat strategi transformasi digital sebagai motor penggerak ekonomi baru melalui peluncuran Program Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z dan AI Open Innovation Challenge. 

Inisiatif yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Rabu (18/12) ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor ini melengkapi kekuatan industri konvensional dan jaring pengaman sosial yang sudah ada sebelumnya. 

Secara khusus, sektor Gig Economy diproyeksikan tumbuh dua digit dan menjadi kunci kedaulatan teknologi bangsa melalui inovasi dan penguasaan talenta muda.

“Ekosistem ekonomi digital kita saat ini bernilai lebih dari US$90 miliar dan diproyeksikan melonjak hingga US$400 miliar pada 2030. Di lingkup regional, melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA), pasar ASEAN diperkirakan meningkat dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun pada periode yang sama. Indonesia harus mengambil peran dominan melalui pengembangan SDM Gen Z yang unggul,” ujar Menko Airlangga.

Dukungan Finansial dan Infrastruktur

Program ini dirancang secara komprehensif dari hulu ke hilir, mencakup pengembangan SDM, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (IPR), hingga penguatan industri semikonduktor. 

Sebagai tahap awal, Jakarta ditetapkan sebagai prototipe program sebelum nantinya diimplementasikan di 15 kota besar lainnya di Indonesia.

Untuk memastikan keberlanjutan inovasi, pemerintah telah menyiapkan dukungan finansial yang masif, antara lain:

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus: Alokasi sebesar Rp10 triliun bagi pelaku ekonomi kreatif dan gig economy dengan bunga rendah 6% dan plafon hingga Rp500 juta.

Insentif Teknologi: Pemberian unit mobil listrik bagi peserta dengan inovasi terbaik sebagai bentuk kampanye teknologi ramah lingkungan.

Selain dukungan dana, pemerintah mendorong adopsi pola kerja fleksibel seperti Work from Anywhere (WFA). Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga produktivitas talenta digital tanpa membebani infrastruktur kota.

Kolaborasi Strategis Lintas Sektor

Kesuksesan program ini turut didukung oleh keterlibatan sektor swasta dan BUMN seperti Telkom, Jababeka, hingga Emtek yang berperan sebagai mentor. 

Di sisi lain, Indonesia Artificial Intelligence Applications Association (IAIAA) menyatakan kesiapannya menjadi platform kolaboratif yang menjembatani pemerintah, industri, dan akademisi. IAIAA berkomitmen untuk memastikan adopsi AI di Indonesia dilakukan secara etis, bertanggung jawab, dan tetap berpusat pada manusia.

Dukungan IAIAA difokuskan pada penguatan kapasitas talenta AI, fasilitasi kolaborasi lintas industri, pertukaran pengetahuan, serta mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab, etis, dan berpusat pada manusia guna mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik