Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Distribusi Membaik, Harga Cabai di Tingkat Petani Mulai Turun di Banjarnegara Jelang Nataru

Media Indonesia
16/12/2025 14:26
Distribusi Membaik, Harga Cabai di Tingkat Petani Mulai Turun di Banjarnegara Jelang Nataru
Ilustrasi(MI/KRISTIADI)

SETELAH sempat melonjak karena cuaca ekstrem, harga cabai di tingkat petani Banjarnegara, Jawa Tengah mulai mengalami penurunan. Hal tersebut disampaikan pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara Teguh Suprapto. Teguh mengatakan, cuaca ekstrem mengakibatkan keterbatasan pasokan cabai di pasaran. 

"Cuaca ekstrem menyebabkan banyak tanaman cabai yang rusak, sehingga harganya melonjak. Namun untuk Banjarnegara sendiri masih bisa dikatakan sukses karena setiap malam ada pengiriman satu sampai dua ton, dan sekarang harga mulai turun di tingkat petani," kata Teguh di Banjarnegara, Selasa (16/12).

Sebelumnya, harga cabai rawit merah mencapai angka Rp75 ribu per kilogram di tingkat petani. Saat ini, harga cabai rawit merah mulai turun ke kisaran Rp50 ribu hingga Rp52 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah keriting yang sempat berada di level Rp65 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram.

Terdapat beberapa hal yang memengaruhi penurunan harga tersebut. Menurut Teguh, salah satunya adalah pasokan cabai yang kembali lancar ke sejumlah daerah tujuan seperti Jakarta. Sebelumnya, distribusi pasokan cabai mengalami gangguan akibat bencana dan kondisi infrastruktur di beberapa wilayah sentra produksi.

"Seperti bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sempat berdampak terhadap distribusi cabai dari Aceh menuju Jakarta, namun sekarang mulai lancar," jelasnya. 

Meskipun cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan tanaman di sejumlah daerah, dia mengatakan petani di Banjarnegara masih mampu menjaga pasokan karena beberapa wilayah, seperti Kecamatan Wanayasa, tengah memasuki masa panen raya dengan luasan mencapai ratusan hektare.

"Di Wanayasa, luasan tanaman cabai di satu kampung saja bisa mencapai 100 hektare," kata dia. 

Ia memperkirakan penurunan harga cabai akan membuat kebutuhan masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tetap terjangkau.

Saat ini, petani cabai di wilayah bawah Banjarnegara tengah menyiapkan tanaman yang diperkirakan memasuki masa panen raya pada bulan Maret 2026, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pada masa lebaran.

"Pola tanam sudah ditata sedemikian rupa, semoga kondisi cuaca tetap bersahabat, sehingga petani bisa panen sesuai harapan," katanya.

Sebagai bentuk rasa syukur, petani cabai Banjarnegara menggelar kegiatan sedekah cabai di Kota Banjarnegara pada hari Jumat (19/12) sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen petani. (Ant/H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya