Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dikunjungi Rosan, Purbaya Sebut Skema Utang KCIC belum Clear

Ihfa Firdausya
03/12/2025 19:10
Dikunjungi Rosan, Purbaya Sebut Skema Utang KCIC belum Clear
Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa, bertemu CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, bahas utang Whoosh.(Antara)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perihal kunjungan CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani ke kantornya, Rabu (3/12) pagi. Purbaya mengatakan ia dan Rosan mendiskusikan banyak hal, termasuk soal skema pembayaran utang Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

“Dia (Rosan) bahas macam-macam, permintaannya banyak banget Danantara, tapi kita diskusi baik lah. Termasuk KCIC masih akan dicari bentuk yang pas seperti apa,” ujar Purbaya usai menghadiri acara Financial Forum di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/12).

Ia mengatakan tim teknis dari Danantara akan diskusi lebih lanjut dengan tim teknis Kementerian Keuangan.

“Ini masih belum clear betul seperti apa. Saya sih belum tahu sampai detail. Tapi gambaran besarnya clear lah kita mau ngapain ke depan,” ungkap Purbaya.

Soal rencana keikutsertaannnya dalam tim negosiasi yang akan berangkat ke Tiongkok, Purbaya menyatakan kesiapannya. Namun ia harus memastikan dulu dengan siapa ia akan bertemu.

“Jadi lah (ikut ke Tiongkok). Cuma saya bilang begini, saya nggak tahu di China ketemu siapa, China Development (Bank) apa NDRC (National Development and Reform Commission),” kata Purbaya.

“Nanti kalau udah clear ketemu siapa dan skemanya seperti apa, baru kita ke China. Kalau nggak saya bingung ke China ketemu siapa, nggak jelas,” ujarnya.

Sebelumnya, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani memastikan akan mengajak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk terbang ke Tiongkok guna untuk membahas dan menuntaskan persoalan utang Whoosh.

Rosan mengungkapkan rencana keberangkatan tersebut masih dimatangkan bersama menteri keuangan. Pihaknya sedang fokus menyelesaikan dan mematangkan proposal yang akan dibawa ke otoritas Tiongkok.

"Kita komunikasi terus dengan Pak Purbaya. Kita sedang memastikan bahwa nanti kita ke Tiongkok dengan proposal yang sudah matang," ujar Rosan, pekan lalu.

Rosan menyebut bahwa pihaknya sudah mengirimkan tim pendahulu untuk melakukan pembahasan awal dengan otoritas di Tiongkok dan proses tersebut sudah berjalan. Kendati demikian, Rosan belum merinci kapan waktu pasti keberangkatan. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik