Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia Menangkan Lelang Lahan di Mekah untuk Kampung Haji

M Ilham Ramadhan Avisena
06/1/2026 20:12
Indonesia Menangkan Lelang Lahan di Mekah untuk Kampung Haji
Mensesneg Prasetyo Hadi(ANTARA/Livia Kristianti)

INDONESIA berhasil memenangkan lelang atau penawaran (bidding) lahan di Mekah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan menjadi Kampung Haji. Dengan keberhasilan ini, pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya akan memiliki hotel dan kawasan akomodasi sendiri di Tanah Suci yang dapat dimanfaatkan secara khusus bagi jemaah haji Indonesia.

Keberhasilan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di sela retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Selasa (6/1).

"Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab. Jadi Bapak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara) melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding," kata Prasetyo Hadi.

Prasetyo menuturkan, keberhasilan Indonesia memiliki hotel di Mekah menjadi salah satu hasil dari upaya diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dari upaya diplomasi itu, pemerintah Arab Saudi diketahui mengubah aturan agar pihak lain dapat mengelola aset yang ada di tanah Arab. 

"Untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi merubah aturan untuk sebuah negara bila bisa memiliki aset di Arab Saudi. Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya," jelas Prasetyo. 

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menuturkan, Danantara mengikuti proses lelang satu bidang tanah di kawasan Western Hindawiyah dengan jarak yang relatif sama ke Masjidil Haram. Dari 90 peserta, Indonesia masuk dua besar.

"Proses bidding-nya bukan bidding harga. Harga sudah ditetapkan. Bidding melalui rencana dan gambar. Pengumuman dari hasil lelang itu akan dilakukan pada Januari nanti," jelas Rosan ujarnya di Istana Kepresidenan, Rabu (17/12). 

Selain melalui lelang, Indonesia juga telah lebih dulu melakukan pembelian bersyarat lahan dan hotel yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Proyek ini diproyeksikan meningkatkan akses, kapasitas, dan kenyamanan jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

"Kita sudah membeli satu hotel di sana dengan kapasitas kamar 1.461 kamar di tiga tower, dan kita juga membeli tanah di depannya seluas total 5 hektare," tutur Rosan. 

Hotel tersebut mampu menampung 4.383 jemaah. Danantara berencana mengembangkan kawasan itu dengan membangun 13 tower tambahan dan satu pusat perbelanjaan. Jika seluruh rencana berjalan, total kapasitas akan mencapai sekitar 6.025 kamar atau melayani lebih dari 23.000 jemaah. 

Rosan menilai jarak kawasan tersebut menjadi keunggulan utama. "Sekarang jemaah haji kita jaraknya yang terdekat 4,5 sampai 6 kilometer. Ini hanya 2,5 kilometer," kata dia. 

Akses menuju Masjidil Haram juga akan diperkuat dengan pembangunan terowongan Al-Hujun yang sedang dikerjakan pemerintah Arab Saudi dan ditargetkan selesai pada 2026. "Tunnel Al-Hujun itu nyambung ke tanah yang sudah dibeli dan bisa dilalui bus maupun pejalan kaki," kata Rosan.

Dari sisi investasi, dia menyebut nilai pembelian awal hotel dan lahan mencapai lebih dari US$500 juta. Pengembangan lanjutan berupa 13 tower dan satu mal diperkirakan membutuhkan tambahan dana sekitar US$700-US$800 juta. Seluruh aset tersebut berstatus hak milik.

Menurut Rosan, keberadaan Kampung Haji diharapkan dapat mengonsolidasikan layanan jemaah Indonesia dalam satu kawasan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada akomodasi yang tersebar dan berjarak lebih jauh dari pusat ibadah. 

Pembangunan fisik Kampung Haji direncanakan dimulai pada triwulan IV 2026, seiring dengan penyelesaian tahapan perizinan dan kepastian hasil lelang lahan kedua.

Adapun rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia bermula dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Arab Saudi pada Mei lalu. Dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, muncul dorongan agar Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar memiliki kawasan khusus bagi jemaahnya di Mekah. (P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik