Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Danantara Beli Hotel dan Lahan di Mekah untuk Kampung Haji, Jarak 2,5 Km dari Masjidil Haram

M Ilham Ramadhan Avisena
17/12/2025 18:50
Danantara Beli Hotel dan Lahan di Mekah untuk Kampung Haji, Jarak 2,5 Km dari Masjidil Haram
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani(MI/Ramdani)

BADAN Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai merealisasikan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekah melalui pembelian bersyarat lahan dan hotel yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Proyek ini diproyeksikan meningkatkan akses, kapasitas, dan kenyamanan jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, tahap awal telah dilakukan dengan mengamankan satu hotel eksisting dan lahan seluas total sekitar 5 hektare di kawasan Taher. "Kita sudah membeli satu hotel di sana dengan kapasitas kamar 1.461 kamar di tiga tower, dan kita juga membeli tanah di depannya seluas total 5 hektare," ujarnya di Istana Kepresidenan, Rabu (17/12). 

Hotel tersebut mampu menampung 4.383 jemaah. Danantara berencana mengembangkan kawasan itu dengan membangun 13 tower tambahan dan satu pusat perbelanjaan. Jika seluruh rencana berjalan, total kapasitas akan mencapai sekitar 6.025 kamar atau melayani lebih dari 23.000 jemaah. 

Rosan menilai jarak kawasan tersebut menjadi keunggulan utama. "Sekarang jemaah haji kita jaraknya yang terdekat 4,5 sampai 6 kilometer. Ini hanya 2,5 kilometer," kata dia. 

Akses menuju Masjidil Haram juga akan diperkuat dengan pembangunan terowongan Al-Hujun yang sedang dikerjakan pemerintah Arab Saudi dan ditargetkan selesai pada 2026. "Tunnel Al-Hujun itu nyambung ke tanah yang sudah dibeli dan bisa dilalui bus maupun pejalan kaki," kata Rosan.

Selain lahan yang telah dibeli, Danantara juga mengikuti proses lelang satu bidang tanah lain di kawasan Western Hindawiyah dengan jarak yang relatif sama ke Masjidil Haram. Dari 90 peserta, Indonesia masuk dua besar.

"Proses bidding-nya bukan bidding harga. Harga sudah ditetapkan. Bidding melalui rencana dan gambar. Pengumuman dari hasil lelang itu akan dilakukan pada Januari nanti," jelas Rosan. 

Dari sisi investasi, dia menyebut nilai pembelian awal hotel dan lahan mencapai lebih dari US$500 juta. Pengembangan lanjutan berupa 13 tower dan satu mal diperkirakan membutuhkan tambahan dana sekitar US$700-US$800 juta. Seluruh aset tersebut berstatus hak milik.

Menurut Rosan, keberadaan Kampung Haji diharapkan dapat mengonsolidasikan layanan jemaah Indonesia dalam satu kawasan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada akomodasi yang tersebar dan berjarak lebih jauh dari pusat ibadah. 

Danantara juga membuka peluang kerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam pengembangan ke depan. "Pada intinya adalah bagaimana kita meningkatkan fasilitas kepada para jemaah kita menjadi lebih baik dan lebih nyaman," ujarnya.

Pembangunan fisik Kampung Haji direncanakan dimulai pada triwulan IV 2026, seiring dengan penyelesaian tahapan perizinan dan kepastian hasil lelang lahan kedua.

Adapun rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia bermula dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Arab Saudi pada Mei lalu. Dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, muncul dorongan agar Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar memiliki kawasan khusus bagi jemaahnya di Mekah. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik