Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Bagaimana Nasib Mobil Nasional yang Digagas Presiden Prabowo? Ini Bocorannya dari Menristekdikti Brian Yuliarto

Kautsar Widya Prabowo 
15/1/2026 23:18
Bagaimana Nasib Mobil Nasional yang Digagas Presiden Prabowo? Ini Bocorannya dari Menristekdikti Brian Yuliarto
Menristekdikti Brian Yuliarto.(MGN)

PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Menristekdikti) Brian Yuliarto ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1) malam, guna menginstruksikan percepatan hilirisasi mineral kritis dan pengembangan mobil nasional.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 45 menit tersebut, Presiden menekankan pentingnya penguasaan teknologi logam tanah jarang (rare earth) agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat dan kemandirian industri dalam negeri.

“Presiden mengarahkan agar proses ini dipercepat. Teknologinya harus segera kita kuasai, sehingga kandungan mineral kritis, salah satunya rare earth, bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Brian usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas), terutama kendaraan listrik. Salah satu fokus utamanya adalah pemanfaatan Neodymium-Praseodymium (NDPR) sebagai bahan baku magnet permanen.

“Salah satu aplikasinya adalah untuk NDPR, yaitu bahan magnet permanen yang sangat dibutuhkan dalam kendaraan listrik,” jelas Brian.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Sigit Puji Santosa. Keterlibatan BPI Danantara diproyeksikan untuk memperkuat sisi investasi dan kerja sama teknologi dengan mitra internasional demi mewujudkan industri dari hulu hingga hilir.

“Bagaimana hilirisasi rare earth ini bisa segera diwujudkan, termasuk kerja sama teknologi dengan luar negeri jika memang kita belum sepenuhnya menguasai. Namun, riset dan pendalaman harus segera dilakukan agar Indonesia memiliki industri logam tanah jarang dari hulu hingga hilir,” pungkas Brian.

(P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik