Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan fokus melaksanakan program peremajaan perkebunan kakao dengan target 5.000 hektare secara nasional pada 2026. Ini sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta BPDP untuk mengakselerasi komoditas kakao bisa kembali tumbuh.
Sebagaimana diketahui, produksi komoditas kakao Indonesia tengah mengalami penurunan, produksi kakao Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan hanya mencapai 200.000 ton, turun drastis dari puncak sekitar 590.000 ton di tahun 2005-2006. Bahkan berdasarkan data terbaru, dari 31 pabrik coklat di Indonesia saat ini hanya tersisa di angka 19 atau 21.
"Kami menargetkan peremajaan perkebunan kakao 5.000 hektare secara nasional, kami akan fokus ke sentra-sentra kakao salah satunya di Jawa Timur, Bali dan Yogyakarta,' kata Kepala Divisi Umum BPDP Adi Sucipto, dalam kegiatan Pers Tour Kontribusi Kakao untuk APBN dan Perekonomian di Bali, Senin (24/11).
Pihaknya juga menantikan pengajuan resmi untuk peremajaan perkebunan kakao melalui pemerintah daerah, termasuk salah satunya dari Sulawesi bagian tengah. "Sulawesi sudah mengajukan tetapi kami ingin ada kepastian terlebih dahulu Bahwa lahannya mereka itu clean and clear," ujar Adi.
Dijelaskannya target peremajaan nasional itu menyesuaikan ketersediaan bibit kakao, karena saat ini jumlahnya tidak banyak tersedia. Selain itu, target tersebut juga menyesuaikan regulasi peraturan menteri dan aturan turunan yang sedang digodok Kementerian Pertanian.
Bicara soal proses peremajaan hingga masa panen, Adi menyatakan dibutuhkan waktu yang cukup lama "Proses untuk panen itu sekitar 3-4 tahun lagi, jadi gak langsung setahun pertama peremajaan hari itu juga akan langsung mengangkat produknya," jelas Adi
Selama masa itu, pihak BPDP pun akan berfokus pada Intensifikasi produksi, seperti pemberian sarana dan prasarana. Salah satu yang jadi fokus adalah pemberian pupuk, Karena selama ini harga pupuk untuk komoditas ini termasuk tinggi, dan kerap dikeluhkan para petani. (Rif/M-3)
KPK menyita Rp5 miliar dari penggeledahan di Ciputat terkait kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
KPK menyatakan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan meminta uang sebesar Rp1 miliar sebagai imbalan percepatan eksekusi lahan.
Menkeu Purbaya targetkan tax ratio 11–12% pada 2026, optimistis penerimaan pajak membaik seiring pemulihan ekonomi dan perkuat pertumbuhan DJP.
Kasus ini menjadi sorotan tajam lantaran melibatkan konflik agraria antara warga sipil dan entitas pengelola aset negara yang berakhir pada dugaan praktik rasuah di meja hijau.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
Agroforestry kakao merupakan pendekatan terpadu yang mampu merehabilitasi hutan, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus memberikan pendapatan berkelanjutan bagi petani.
Kakao bukan sekadar tanaman perkebunan biasa, melainkan sebuah sistem pertanian terintegrasi.
Di Lombok Utara, kelompok petani kakao di Desa Tegal Maja merupakan salah satu contoh komunitas UMKM yang sebenarnya memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
Keikutsertaan Cokelatin Signature dalam Trade Expo Indonesia 2025 menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang business matching.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved