Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Menkeu Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Mencapai 5,6-5,7 Persen

Naufal Zuhdi
20/11/2025 19:12
Menkeu Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Mencapai 5,6-5,7 Persen
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa(MI/Naufal Zuhdi)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV bakal menyentuh angka 5,6-5,7%.

“Jadi triwulan keempat ini, ekonomi kita diperkirakan akan tumbuh 5,6-5,7% kira-kira, saya akan pastikan itu terjadi. Makanya saya ke sana ke sini memastikan program-program pembangunan kita bisa terjadi, bisa jalan, dan bisa tumbuh lebuh cepat,” kata Purbaya di acara Bloomberg Businessweek Indonesia yang digelar di Jakarta, Kamis (20/11).

Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT), program magang nasional, dan diskon transportasi agar pertumbuhan ekonomi kuartal IV bisa tercapai.

Sebagai informasi, target BLT 3 bulan terakhir di tahun ini adalah sebanyak 35,05 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Pemerintah atas petunjuk dari Pak Presiden memberikan BLT Rp33 triliun di 3 bulan terakhir Rp900 ribu, masing-masing Rp300 ribu pernbulan untuk keluarga di desil 1 sampai 4. Itu akan memberi dorongan lebih ke pembelian, ke daya beli masyarakat kita,” ujarnya.

Selain itu, Purbaya juga menyebutkan bahwa pemerintah bakal memberikan diskon transportasi untuk mendorong daya beli masyarakat sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
 
“Kita juga akan memberikan diskon transportasi ini. Ada tiket kereta, angkutan laut, penyeberangan dan lain-lain itu sebesar Rp0,18 triliun,” bebernya.

Pemerintah, lanjut Purbaya, juga telah melaksanakan program magang nasional dengan alokasi anggaran untuk tahun ini sebesar Rp0,2 triliun dan tahun depan sebesar Rp1,16 triliun. Untuk diketahui, uang saku yang disiapkan oleh pemerintah dalam program magang nasional ini adalah sebesar Rp3,8 juta sesuai dengan UMK.
 
“Yang (batch) pertama kan dibuat untuk 20 ribu orang. Saya bilang terus, ini bukan gelombang pertama, nanti kalau habis kita tambah (batch) 20 ribu lagi. Kalau habis kita tambah 20 ribu lagi. Kalau habis kita tambah 20 ribu lagi. Jadi bisa besar sekali, mungkin 100 ribu pertama atau lebih nanti tergantung demand di masyarakat. Jadi alhamdulillah tidak usah khawatir, mereka akan diberikan peluang lulusan baru, peluang yang cukup untuk kerja,” cetus Purbaya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya