Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Legislator Khawatir Redenominasi Ganggu Psikologi Pasar

Akmal Fauzi
15/11/2025 01:04
Legislator Khawatir Redenominasi Ganggu Psikologi Pasar
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto(DPR RI)

ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, melontarkan kritik keras terhadap wacana redenominasi rupiah. Ia menilai pemangkasan nol pada mata uang tidak mendesak, tidak memberikan manfaat nyata, dan justru berpotensi membingungkan masyarakat.

“Saya tolak redenominasi. Ini kebijakan kosmetik. Cuma potong nol, tapi masalah ekonomi tetap. Untuk apa?” kata Darmadi dalam keterangan yang diterima, Jumat (14/11). 

“Ekonomi Belum Stabil, Kok Malah Mau Potong Nol?”

Darmadi menilai pemerintah salah memilih waktu jika memaksakan redenominasi saat ini. “Inflasi masih labil, nilai tukar juga belum stabil. Justru kalau dipaksakan sekarang, itu bisa bikin pasar panik. Timing-nya salah total,” tegasnya.

Menurutnya, redenominasi tidak ada manfaat ekonomi nyata karena tidak memperkuat industri, tidak menarik investasi, dan tidak membuat rakyat lebih sejahtera.

“Rakyat butuh harga stabil, bukan gonta-ganti angka. Ini kebijakan elitis yang nggak nyentuh kebutuhan masyarakat,” desaknya.

Darmadi juga mengingatkan potensi kekacauan harga jika redenominasi diterapkan tanpa persiapan matang.

Darmadi memperingatkan efek domino di pasar jika nol rupiah dipotong tiba-tiba. Ia menegaskan bahwa psikologi pasar Indonesia sangat sensitif, dan perubahan satuan harga bisa menciptakan seperti kebingungan massal, kenaikan harga diam-diam, serta peluang penipuan harga.

“Biayanya Triliunan! Untuk Apa? Buat Ganti Papan Harga?”

Darmadi juga menyerang sisi pemborosan anggaran. “Mesin ATM harus diganti, sistem bank di-upgrade, toko harus ganti label harga, negara cetak uang baru… totalnya triliunan. Untuk apa? Buat potong nol tiga biji? Itu pemborosan!” sentilnya.

Ia menyebut dana miliaran hingga triliunan itu lebih bermanfaat untuk pangan, infrastruktur UMKM, dan stabilisasi harga.

Darmadi memperingatkan bahwa pasar global bisa keliru menafsirkan redenominasi sebagai tanda ada masalah dalam ekonomi Indonesia.

“Investor asing bisa kira ekonomi kita lagi darurat. Ini bisa picu outflow. Rupiah justru makin tersungkur. Ini risiko yang sangat serius!” katanya.

Darmadi mendesak pemerintah menghentikan wacana redenominasi dan fokus pada persoalan fundamental. “Jangan lempar isu yang bikin gaduh. Fokus perbaiki ekonomi real, bukan utak-atik angka di uang!” tutupnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya