Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEDERHANAAN nominal rupiah (redenominasi) yang tengah disiapkan pemerintah diperkirakan bakal membawa dampak pada pasar modal, meski sifatnya hanya teknis dan tidak memengaruhi aktivitas ekonomi secara fundamental.
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Eddy Manindo Harahap menegaskan, penyederhanaan digit rupiah lebih bersifat administratif, terutama pada sistem pencatatan dan penulisan angka.
"Salah satu tujuan redenominasi itu mengurangi angka nol di belakang, sehingga lebih sederhana dalam melakukan pencatatan," kata Eddy dalam Capital Market Journalist Workshop di Ubud, Bali, Sabtu (15/11).
Ia juga menegaskan, redenominasi tidak sama dengan sanering atau pemotongan nilai uang sebagaimana pernah terjadi pada masa lampau.
"Ini bukan pemotongan nilai uang. Ini hanya penulisan nol di belakang yang dihilangkan karena sudah kebanyakan. Sesimpel itu. Seharusnya tidak akan terlalu berpengaruh ke hal-hal lain," ujar Eddy.
Menurutnya, semua pencatatan saham, nilai transaksi dan instrumen keuangan lain akan otomatis disesuaikan dengan format nominal baru sehingga dampaknya tidak bersifat substansial.
Wacana redenominasi tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Keuangan 2025–2029 berdasarkan PMK Nomor 70 Tahun 2025. Dalam dokumen tersebut, penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi) menjadi program prioritas nasional bidang kebijakan fiskal dengan target rampung pada 2027.
RUU tersebut dikategorikan sebagai RUU luncuran dan merupakan tahap awal sebelum penerapan penuh redenominasi.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan sejumlah penyesuaian teknis harus dipersiapkan apabila redenominasi mulai diberlakukan, terutama pada mekanisme perdagangan saham.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan, penyederhanaan digit rupiah akan berdampak langsung terhadap struktur harga saham.
"Sekarang harga saham satu lot Rp100. Itu yang PR bagi kita. Lotnya kan Rp100, kalau harga sahamnya Rp200, apakah boleh nanti jadi nol koma atau sen?" tanya Iman.
Ia menegaskan, BEI akan menyiapkan skema fraksi harga dan ketentuan lot baru agar perdagangan tetap berjalan lancar dan efisien.
Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat menyampaikan, seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) akan menyesuaikan sistem teknis apabila redenominasi ditetapkan.
"Kalau redenominasi dilakukan, tentu akan ada perubahan dari sisi sistem di tiap SRO, baik untuk trading, kliring maupun kustodian. Termasuk cost yang harus kami keluarkan untuk meng-adjust kebijakan baru tersebut," ujarnya.
Senada, Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Iding Pardi menilai dampak redenominasi lebih banyak pada aspek implementasi teknis.
"Konsepnya mudah sekali. Tapi implementasinya sangat detail dan bersifat teknis, yang tentunya sangat membutuhkan waktu," kata Iding. (Pra/E=1)
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto mengingatkan potensi kekacauan harga jika redenominasi diterapkan tanpa persiapan matang.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai kebijakan redenominasi rupiah perlu dijalankan dengan transisi bertahap agar tidak menimbulkan gangguan terhadap stabilitas ekonomi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan redenominasi rupiah tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, baik tahun ini maupun tahun depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menegaskan bahwa rencana redenominasi rupiah belum akan dibahas dalam waktu dekat.
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved