Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menkeu Purbaya: Redenominasi Rupiah Kewenangan Bank Indonesia

Andhika Prasetyo
11/11/2025 12:28
Menkeu Purbaya: Redenominasi Rupiah Kewenangan Bank Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(MI/Insi Nantika Jelita)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan redenominasi rupiah tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, baik tahun ini maupun tahun depan. Ia menekankan bahwa pelaksanaan kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan bank sentral.

“Itu kebijakan bank sentral, dan mereka akan menerapkannya sesuai kebutuhan pada waktunya,” ujar Purbaya saat memberikan kuliah umum di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/11).

Purbaya menegaskan bahwa penyederhanaan nilai rupiah atau redenominasi belum menjadi prioritas pemerintah dalam waktu dekat. “Tidak tahun depan. Saya tidak tahu, karena itu bukan urusan Menteri Keuangan, tapi kewenangan bank sentral,” ucapnya.

Sebelumnya, rencana redenominasi rupiah, yang mengubah nilai nominal Rp1.000 menjadi Rp1 tanpa memengaruhi daya beli masyarakat, tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025–2029.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menyampaikan paparan mengenai arah kebijakan ekonomi nasional di hadapan mahasiswa Unair. Ia menuturkan bahwa pemerintah tengah fokus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai langkah strategis agar Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

“Saya sosialisasi kebijakan pemerintah untuk memastikan ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat. Tahun depan kita targetkan 6 persen, lalu ke depannya bisa mencapai 7 hingga 8 persen. Kita dorong terus ke arah sana,” ujarnya.

Selain itu, Purbaya menekankan pentingnya edukasi ekonomi bagi generasi muda, agar mereka memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus menumbuhkan rasa optimisme terhadap masa depan perekonomian nasional.

“Mahasiswa perlu tahu apa yang dikerjakan pemerintah dan mengapa mereka harus optimis. Kita ingin memastikan percepatan ekonomi betul-betul terjadi,” tutupnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik