Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MINAT terhadap Bitcoin dan aset digital di Indonesia terus menunjukkan peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di tengah popularitasnya di kalangan generasi muda dan investor ritel, muncul tantangan baru: bagaimana agar investasi kripto tidak terjebak pada keputusan emosional atau spekulatif yang justru berujung kerugian.
Sebagai salah satu aset digital paling dikenal, Bitcoin dikenal memiliki volatilitas tinggi, dengan harga yang dapat bergerak naik atau turun secara signifikan dalam waktu singkat. Kondisi ini sering kali memicu keputusan impulsif di kalangan investor yang kurang memahami dinamika pasar.
Menurut Upbit Indonesia, edukasi menjadi kunci utama agar investor dapat bertindak lebih rasional dan strategis dalam menghadapi fluktuasi pasar yang ekstrem.
Upbit Indonesia mencatat setidaknya beberapa kesalahan mendasar yang kerap dilakukan oleh investor pemula di pasar kripto:
1. Kurang Riset Sebelum Berinvestasi
Banyak investor membeli aset digital hanya karena tren atau rekomendasi tanpa memahami fundamental, teknologi, maupun proyek di baliknya. Padahal, riset mendalam sangat penting untuk menilai potensi jangka panjang suatu aset.
2. Trading Berdasarkan Emosi
Keputusan yang didorong rasa takut (fear) atau serakah (greed) seringkali mengakibatkan pembelian di harga puncak dan penjualan di saat panik.
Disiplin dan strategi jangka panjang lebih efektif dibanding reaksi sesaat terhadap pergerakan harga. Investor perlu menahan diri dan berpegang pada strategi jangka panjang yang disiplin, bukan sekadar reaksi terhadap pergerakan harga harian.
3. Menggunakan Leverage Berlebihan
Fitur margin trading memang menjanjikan potensi keuntungan besar, namun juga meningkatkan risiko kehilangan modal secara signifikan jika pasar bergerak berlawanan. Pemanfaatan leverage sebaiknya dilakukan dengan pengetahuan dan pengelolaan risiko yang matang.
4. Mengejar Keuntungan Cepat
Banyak investor tergoda untuk mencari “cuan instan” tanpa memahami volatilitas alami pasar kripto. Padahal, membangun portofolio aset digital yang sehat membutuhkan kesabaran, diversifikasi, dan manajemen risiko yang baik.
Menurut Chief Operating Officer Upbit Indonesia Resna Raniadi, pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar merupakan faktor pembeda utama antara investor yang berhasil dan mereka yang rentan mengalami kerugian.
“Kripto bukan sekadar tren, melainkan bagian dari evolusi sistem keuangan global. Karena itu, investor perlu memahami bahwa setiap peluang selalu hadir bersama risiko. Edukasi yang berkelanjutan berperan penting dalam membantu investor membuat keputusan yang lebih bijak serta tetap tenang menghadapi volatilitas pasar,” ujar Resna.
Resna menambahkan, banyak investor baru yang kerap terjebak karena terlalu fokus pada potensi imbal hasil tinggi tanpa mempertimbangkan strategi pengelolaan risiko.
“Kami sering menyaksikan investor terburu-buru masuk pasar saat harga naik, lalu panik ketika harga terkoreksi. Padahal, kedisiplinan dan pemahaman jangka panjang jauh lebih penting daripada mengejar keuntungan sesaat,” tambahnya.
Sebagai platform yang berkomitmen meningkatkan literasi kripto di Indonesia, Upbit Indonesia secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif edukatif yang selaras dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) oleh OJK.
Upaya tersebut mencakup publikasi artikel edukasi di media nasional dan kanal media sosial, hingga penyelenggaraan campus roadshow di berbagai universitas di Indonesia untuk memperkenalkan ekosistem aset digital kepada generasi muda.
“Visi kami adalah membangun ekosistem kripto Indonesia yang aman, transparan, dan berdaya saing global. Semua ini hanya dapat terwujud jika masyarakat memahami cara berinvestasi dengan benar sejak awal,” tutup Resna. (Z-1)
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved