Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAH industri sekuritas digital kini bukan hanya tentang kemudahan bertransaksi dalam pasar saham. Sekarang investor mesti dapat memahami pasar secara kontekstual dan cepat.
"Karena itu, kami memperkenalkan cara inovatif dalam membaca pasar saham Indonesia dan menjadi yang pertama melakukannya," ujar Direktur PT Tuntun Sekuritas Indonesia Ricki Juliandi dalam keterangan resmi, Rabu (15/10). Pihaknya memperkenalkan Concept Sector, fitur yang menghadirkan analisis sektor pasar saham secara real-time dan komprehensif dan terintegrasi langsung dalam platform investasinya.
Selanjutnya, Tuntun akan mempublikasikan research report Tuntun Sector dengan 300 report untuk individual stock di versi mendatang. Dengan penggunaan Concept Sector diharapkan pengguna dapat meningkatkan ketajaman analisis terhadap saham-saham yang memiliki potensi kenaikan atau uptrending.
Pada tampilan awal, fitur ini menampilkan tiga top sektor atau grup dengan performa tertinggi (top gainer) serta indikator penting seperti foreign flow (arus dana asing buy/sell), pergerakan harga saham unggulan di tiap sektor, dan tren sektor. Dengan visualisasi atraktif dan jelas, investor kini bisa memahami sektor mana yang sedang menggerakkan pasar serta mengenali potensi rotasi sektor lebih cepat dan praktis.
"Kami menghadirkan Concept Sector karena kami tahu investor ritel sering kewalahan memantau ratusan saham dalam waktu bersamaan. Fitur ini membantu mereka decode arah pasar secara instan dengan menyajikan data sektor yang paling aktif dan dominan hari itu," sambung Ricki.
Pihaknya percaya langkah ini akan menambah referensi cara bagi investor dalam berstrategi, dari stock-picking menjadi sector-driven investing, yaitu membaca kekuatan pasar berdasarkan sektor yang memimpin. Investor dapat melihat detail sektor dari beberapa sektor, lengkap dengan data gain/loss dan aliran dana asing. (Ant/I-2)
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Pasar saham Indonesia, meskipun dibayangi penurunan IHSG sebesar 1,44% pada Kamis, 26 Februari 2026, tetap menyuguhkan kejutan.
Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum pemulihan pasar saham Indonesia seiring membaiknya pertumbuhan laba emiten.
Masih banyak trader masuk ke pasar saham tanpa pemahaman matang sehingga cenderung mengambil keputusan emosional.
Pemerintah memastikan langkah evaluasi bersama OJK dan BEI segera dilakukan untuk merespons tekanan IHSG.
IHSG ambruk 8% memicu trading halt BEI. Ekonom Trimegah menilai koreksi ini momentum pembenahan tata kelola, transparansi pasar, dan daya saing Indonesia di MSCI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved