Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Analis pasar modal Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menekankan stabilitas politik menjadi faktor kunci agar pasar keuangan dapat kembali pulih di tengah aksi demonstrasi besar-besaran di sejumlah wilayah Indonesia. Ia berpandangan saat ini pasar masih cenderung merespons negatif dengan anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) lebih dari 3% pada pembukaan perdagangan Senin (1/9). Penurunan ini seiring dengan kepercayaan pasar yang belum sepenuhnya pulih, termasuk investor asing yang pada Jumat (29/8) melakukan aksi jual hingga Rp1,1 triliun di seluruh perdagangan.
"Pasar membutuhkan kepastian dari pemerintah untuk menjaga stabilitas politik dan mencegah aksi berkelanjutan yang dapat berdampak pada perekonomian," ujarnya kepada Media Indonesia, Senin (1/9).
Oktavianus memperkirakan jika kondisi mulai lebih kondusif, pasar akan kembali menguat. Hal itu didukung oleh data fundamental, seperti pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2025 yang tumbuh 5,12% secara tahunan (year on year/yoy).
Lalu, kinerja manufaktur atau Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Agustus 2025 tumbuh sebesat 51,5. Angka ini naik 2,3 poin dari capaian bulan Juli yang berada di level 49,2. Peningkatan ini mengembalikan posisi ke fase ekspansi setelah lima bulan berturut-turut mengalami kontraksi.
"Serta stabilitas rupiah, sebelum aksi pelemahan yang menunjukkan core fundamental masih solid," tegasnya.
Selain itu, rencana pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral AS, fed funds rate (FFR) sebesar 50 basis points (bps) hingga akhir tahun, ditambah dengan potensi gencatan tarif dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, diperkirakan akan mendorong arus masuk modal asing (capital inflow) ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Kiwoom Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG tetap konservatif hingga akhir 2025, dengan proyeksi penutupan di kisaran 7.900–8.100," kata Oktavianus.
Terpisah, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai pasar keuangan sedang melakukan rekalibrasi asumsi, terutama terkait kestabilan politik domestik. Ia menekankan bahwa koreksi IHSG ke level 7.700 dan pelemahan rupiah ke level Rp16.400 harus menjadi wake up call atau alarm bagi pemerintah dan pemangku kepentingan.
"Pasar hanya dapat berjalan normal bila peran negara kuat dan ketertiban masyarakat tercapai," tegasnya.
Menurutnya, yang perlu ditingkatkan ke depan adalah kepercayaan masyarakat (trust). Ini hanya bisa terbangun bila kebijakan diambil dengan proses yang baik, dikomunikasikan secara jelas, dan tetap menjaga empati publik. Rasa keadilan juga harus diutamakan dalam pengambilan keputusan, karena meningkatnya aktivitas ekonomi dan kohesi sosial, baik langsung maupun tidak langsung, sangat dipengaruhi oleh hal tersebut.
Untuk pasar keuangan, Fakhrul melihat pelaku pasar tengah mengkalibrasi ulang ekspektasi, tercermin dari turunnya IHSG pada Senin (1/9). Meski demikian, ia menilai pelemahan saham cenderung terbatas di level 7.700. Hal ini menunjukkan keyakinan pasar bahwa di tengah ketidakpastian, pemerintah tetap memiliki komitmen menjaga keamanan dan ketertiban.
Pada pembukaan perdagangan Senin (1/9) pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat merosot 3,51% atau turun 274,55 poin ke level 7.555,94. Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menekankan kondisi saat ini dipengaruhi dua faktor. Yakni, fundamental dan persepsi investor.
Dari sisi fundamental, menurutnya, kondisi pasar Indonesia diklaim masih solid. Salah satu indikatornya adalah masuknya tambahan emiten ke dalam indeks MSCI, yang menandakan pengakuan positif terhadap kinerja dan prospek perusahaan-perusahaan nasional.
“Fundamentalnya berubah enggak? MSCI kita malah nambah emiten kan? Artinya, secara fundamental bagus, yang terjadi sekarang tinggal masalah persepsi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bursa Efek, Jakarta. (E-3)
Pemerintah memastikan langkah evaluasi bersama OJK dan BEI segera dilakukan untuk merespons tekanan IHSG.
IHSG ambruk 8% memicu trading halt BEI. Ekonom Trimegah menilai koreksi ini momentum pembenahan tata kelola, transparansi pasar, dan daya saing Indonesia di MSCI.
IHSG anjlok 8% pada perdagangan Rabu (28/1) siang, BEI memberlakukan trading halt sementara untuk menjaga stabilitas pasar saham Indonesia.
Siapa konglomerat di balik saham ADMR, ADRO, dan AADI? Artikel ini mengungkap pemilik, pengendali, dan hubungan Grup Adaro secara lengkap.
Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah signifikan pada perdagangan Rabu (21/1
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah kepemimpinan langsung dalam mereformasi sektor keuangan dan fiskal nasional.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
IHSG hari ini Kamis 5 Februari 2026 dibuka menguat 20,63 poin (0,28%) ke level 7.316,21. Cek analisis pergerakan saham dan indeks LQ45 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, diperkirakan bergerak konsolidatif.
IHSG hari ini Rabu 4 Februari 2026 dibuka menguat di zona hijau. Indeks sempat menyentuh level 8.193, didorong sentimen positif meski isu MSCI membayangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved