Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
Staf Bidang Ekonomi, Industri dan Global Markets dari Bank Maybank Indonesia Myrdal Gunarto berpendapat Bank Indonesia perlu berhati-hati menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate di tengah tekanan ekonomi yang tinggi. Salah satu tekanan yang perlu diwaspadai ialah posisi valuta asing domestik yang terpengaruh oleh arus keluar dana, khususnya di pasar saham.
"Bank Indonesia perlu tetap berhati-hati untuk mulai menurunkan suku bunga BI lagi di tengah tekanan tinggi," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (18/3).
Di pasar obligasi, investor asing telah meningkatkan kepemilikan mereka atas obligasi pemerintah dari Rp879,54 triliun pada 31 Desember 2024 menjadi Rp894,16 triliun pada 14 Maret 2025.
Kendati demikian, Bank Indonesia dinilai memiliki ruang yang cukup luas untuk menurunkan suku bunga BI Rate dalam periode terakhir. Faktor-faktor yang mendukung kebijakan ini antara lain angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang rendah. Hal ini dianggap memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IHK Februari 2025 mengalami deflasi 0,48% secara bulanan.
Kemudian faktor ketersediaan cadangan devisa yang kuat mendukung stabilitas ekonomi meskipun terjadi arus keluar dana.
Lalu, indikator utama ekonomi yang menunjukkan kinerja melambat, seperti pertumbuhan indeks penjualan ritel, indeks kepercayaan konsumen, penjualan mobil baru, penjualan semen dan penerimaan fiskal. (E-3)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Bursa Asia rontok setelah IRGC ancam harga minyak tembus US$200. Nikkei dan KOSPI anjlok di atas 7% akibat kekhawatiran inflasi global pasca serangan AS-Israel ke Iran.
Bursa saham Australia dan AS anjlok tajam pagi ini setelah harga minyak dunia meroket melampaui US$100 per barel
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Pasar saham Indonesia, meskipun dibayangi penurunan IHSG sebesar 1,44% pada Kamis, 26 Februari 2026, tetap menyuguhkan kejutan.
Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum pemulihan pasar saham Indonesia seiring membaiknya pertumbuhan laba emiten.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved