Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
CENTRE for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia memandang skeptis perihal pengawasan hingga pengauditan yang akan dilakukan pada Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Itu karena lembaga yang selama ini bertugas untuk mengawasi dan mengaudit juga memiliki kredibilitas yang patut dipertanyakan.
“Jangan juga kita berpikir kalau Danantara diaudit itu akan menjadi lebih baik tanpa diaudit. Ini permasalahannya kita tahu semua, misal, audit dari BPK itu juga banyak yang diragukan. Jadi kalau itu diaudit BPK, KPK, itu akan menjadi lebih baik, itu tidak otomatis,” ujar peneliti senior Departemen Ekonomi CSIS Indonesia Deni Friawan dalam taklimat media, Jakarta, Selasa (25/2).
Kehadiran lembaga audit dan penegak hukum dalam perjalanan operasional Danantara tak akan 100% membuat kinerja dan kerja lembaga anyar itu betul-betul bersih dan baik. Deni menilai, lembaga pemeriksa hingga penegak hukum di Indonesia sejauh ini masih berkompromi dengan penyelewengan.
“Karena memang praktiknya (BPK, KPK) seperti itu (berkompromi). Ini kan di UU tujuannya supaya tidak ada perusahaan BUMN yang dikriminalisasi jika nanti ada salah ambil kebijakan dan merugikan negara, tetapi itu tidak berarti juga KPK atau BPK tidak bisa mengaudit, itu tetap ada, walau tidak bisa menjamin juga,” jelas Deni.
Karenanya, hal paling penting yang perlu diperhatikan pada operasionalisasi BPI Danantara ialah adanya tata kelola yang baik. Itu dinilai menjadi prinsip yang tak bisa ditawar. Jika tata kelola dilakukan dengan baik, besar kemungkinan praktik penyelewengan dapat ditekan.
Sayangnya, kata Deni, orang-orang yang mengisi jabatan di BPI Danantara justru berpotensi memiliki konflik kepentingan tinggi. Alih-alih menimbulkan kepercayaan publik dan menjamin kinerja lembaga anyar itu menjadi baik, justru publik menjadi ragu pada kinerja Danantara.
“Ini menarik, dengan penetapan Rosan dan Dony. Dalam UU BUMN disebutkan bahwa Dewas adalah Menteri BUMN. Sementara pelaksanannya adalah Kepala Danantara. Misal Kementerian BUMN dengan Kementerian Investasi itu dua entitias setara, kalau yang mengawasi setara, itu jadi percuma. Itu menurut saya, belum lagi conflict of interest. Jadi sebaiknya, harus dipisahkan, kalau Kepala Danantara ya sudah itu saja (mundur dari jabatan menteri),” pungkas Deni. (Mir/M-3)
KPK tak kunjung menahan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dalam kasus dugaan korupsi kuota haji Tahun 2023-2024. Kerugian negara Masih diperiksa oleh BPK
Laporan masyarakat akan dianalisis secara mendalam.
Juru bicara Gus Yaqut, Anna Hasbie, mengungkapkan pembagian kuota Haji Tambahan 2024 harus dilihat secara utuh. Hal itu pula yang mendasari penerbitan Buku Putih Kuota Haji Tambahan 2024.
Menjawab pertanyaan jaksa, Ahok yang merupakan Komisaris utama Pertamina periode 2019-2024 mengaku belum bergabung dengan Pertamina.
KPK mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menghindari celah hukum dalam proses penyidikan kelak.
BPK merilis ikhtisar hasil pemeriksaan semester (IHPS) I pada 2025. Tercatat, ada 4.541 jemaah haji periode 2024 tidak berhak menerima subsidi untuk pejalanan dari pemerintah.
Disertasi yang dipertahankan Fathudin dalam meraih gelar Doktor Ilmu Hukum tidak sekadar berkontribusi pada pengembangan teori hukum administrasi negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Danantara Indonesia untuk menjelaskan kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi memulai groundbreaking proyek hilirisasi fase I.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan pentingnya pembenahan kelembagaan dan konsistensi kebijakan pemerintah dalam melanjutkan agenda pembangunan nasional.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
CHIEF Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Pandu Sjahrir turut menanggapi pembukaan perdagangan saham di hari pertama pekan ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved