Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (PTSI) Sandry Pasambuna menegaskan pihaknya berupaya membentengi produk-produk impor ilegal, termasuk produk tekstil, supaya tidak masuk ke dalam negeri. PTSI, katanya, melakukan inspeksi, dan verifikasi terhadap barang-barang yang akan masuk ke Tanah Air.
Ia menjelaskan importir wajib menyiapkan dokumen terkait komoditi barang yang diimpor ke Indonesia. Dokumen ini untuk memastikan komoditi barang yang dikirim sesuai dengan regulasi dari pemerintah dan spesifikasi yang ada.
"Kita memastikan bahwa semua barang yang masuk dari luar, termasuk tekstil, harus disetujui pemerintah atau sesuai standar spesifikasi yang sudah ditetapkan. Sehingga, diharapkan tidak ada impor ilegal seperti yang sudah terjadi sebelumnya," ujarnya dalam keterangan yang dikutip Selasa (31/12).
Sebagai bagian dari Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey, PT Surveyor Indonesia mengaku terus memperkuat layanan pemastian di berbagai sektor industri melalui sinergi dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia dan PT Sucofindo.
Menurut Sandry, inspeksi dan verifikasi atau penelusuran teknis impor (VPTI) dilakukan di pintu atau jalur masuk barang impor, seperti di pelabuhan. Hal ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan ketentuan teknis dan administratif barang impor sesuai barang larangan dan pembatasan (lartas) yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan.
"Indonesian kan negara kepulauan. Tentu banyak pelabuhan-pelabuhan yang terbuka. Pemerintah berupaya menjaga ketat pintu masuk itu dengan ada proses kontrol di beberapa pelabuhan utama," imbuhnya
Dalam kesempatan sama, Direktur Komersial Surveyor Indonesia Saifuddin Wijaya menjelaskan sampai saat ini pihaknya sudah melakukan inspeksi terhadap 43 jenis komoditi. Di tahun depan, jumlah tersebut akan meningkat sebanyak empat komoditi.
"Pada awalnya, kami bersama Sucofindo hanya menginspeksi dua komoditi. Lalu, hingga saat ini sudah 43 jenis komoditi dan akan bertambah empat komoditi lagi," ucapnya.
Saifuddin menyebut peran Surveyor Indonesia sebagai The Guardian of Assurance akan memastikan barang-barang impor yang masuk ke Tanah Air memenuhi spesifikasi dan persyaratan, HS Code, serta jumlah atau volume produk yang masuk sesuai kuota.
"Tujuan dari verifikasi ini untuk memastikan barang yang masuk sesuai spesifikasinya sesuai dengan HS Code dan dan jumlahnya sesuai dengan kuotanya. Karena setiap barang yang masuk ada izin impornya," pungkasnya. (Z-11)
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ASOSIASI Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) menggelar pertemuan dengan jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai guna membahas berbagai persoalan strategis dalam penguatan ekosistem industri tekstil nasional dari sektor hulu hingga hilir.
Pelaku industri kecil menengah (IKM) Kota Bandung siap untuk memperluas pasar ekspor, terutama melalui kemitraan manufaktur dengan pelaku industri kreatif Australia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap identitas mafia penyelundupan tekstil, baja, dan barang lainnya yang siap ditangkap.
Hingga kuartal I 2025, investasi baru di sektor industri tekstil mencapai Rp5,40 triliun, menyerap 1.907 tenaga kerja tambahan, dan menjaga total lapangan kerja pada angka 3,76 juta orang.
ekonom menyebut gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia berpotensi semakin besar, terutama di industri padat karya seperti tekstil dan alas kaki.
NILAI impor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2025 tercatat mencapai US$1.866.025.235,82.
Dengan pertukaran data berbasis elektronik antarotoritas negara, perubahan atau manipulasi dokumen menjadi sulit dilakukan.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan barang pada Oktober 2025 mencatatkan surplus sebesar US$2,39 miliar.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
EKONOM Indef Ariyo Irhamna mendesak pemerintah memperketat pengawasan dan penegakan aturan impor, menyusul memburuknya kondisi industri tekstil nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved