Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
CHIEF Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
Wacana ini muncul seiring upaya pemerintah mengoptimalkan potensi industri tekstil nasional, terutama perusahaan-perusahaan yang saat ini berada dalam kondisi tertekan atau distressed asset
Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menjelaskan, seluruh keputusan investasi yang dilakukan Danantara selalu didasarkan pada feasibility study atau studi kelayakan dan asesmen menyeluruh dari berbagai aspek.
"Setiap investasi harus memenuhi sejumlah kriteria dan parameter yang telah ditetapkan, tidak hanya dari sisi imbal hasil, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan," ujar Rosan di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (15/1).
Salah satu parameter utama yang menjadi perhatian Danantara adalah penciptaan lapangan kerja. Menurut Rosan, Danantara terbuka untuk masuk pada investasi dengan tingkat pengembalian yang lebih rendah dari standar, sepanjang investasi tersebut mampu menghasilkan dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Dalam konteks ini, sektor tekstil dinilai memiliki potensi yang sangat besar karena merupakan industri padat karya.
Selain itu, Danantara juga membuka peluang masuk ke perusahaan-perusahaan tekstil yang saat ini berada dalam kondisi sulit.
Selama terdapat keyakinan bahwa perusahaan tersebut dapat dipulihkan melalui restrukturisasi yang tepat, Danantara siap mempertimbangkannya.
"Selama kita yakin nanti bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturisasi secara maksimal. Ini seperti yang kita lakukan misalnya di perusahaan-perusahaan BUMN lainnya yang perlu mendapatkan penyehatan secara keseluruhan," jelas Rosan.
Meski demikian, Rosan menegaskan bentuk keterlibatan Danantara masih dalam tahap pengkajian. Opsi yang dipertimbangkan tidak hanya sebatas pembentukan BUMN baru, tetapi juga skema lain seperti pemberian pembiayaan atau restrukturisasi melalui mekanisme investasi.
"Kami masih lihat opsi-opsi yang ada," pungkasnya. (H-4)
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Program Mudik Gratis Pelindo 2026 resmi dibuka! Simak cara daftar online di mudikpelindo.id, syarat dokumen, jadwal keberangkatan, hingga rute kota tujuan.
BPKH menilai revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji menjadi momentum strategis bagi lembaga tersebut untuk memperkuat tata kelola dan fleksibilitas investasi serta penguatan peran anak usaha.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Dugaan pemerasan berkedok wartawan menyerang BUMN dan perusahaan swasta dengan tuduhan laporan keuangan fiktif. Modus ancaman dan intimidasi terungkap.
Kuasa hukum Kerry Riza mempertanyakan tuntutan 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.
ASOSIASI Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) menggelar pertemuan dengan jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai guna membahas berbagai persoalan strategis dalam penguatan ekosistem industri tekstil nasional dari sektor hulu hingga hilir.
Pelaku industri kecil menengah (IKM) Kota Bandung siap untuk memperluas pasar ekspor, terutama melalui kemitraan manufaktur dengan pelaku industri kreatif Australia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap identitas mafia penyelundupan tekstil, baja, dan barang lainnya yang siap ditangkap.
Hingga kuartal I 2025, investasi baru di sektor industri tekstil mencapai Rp5,40 triliun, menyerap 1.907 tenaga kerja tambahan, dan menjaga total lapangan kerja pada angka 3,76 juta orang.
ekonom menyebut gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia berpotensi semakin besar, terutama di industri padat karya seperti tekstil dan alas kaki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved