Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani berpandangan Bank Indonesia (BI) tidak memiliki urgensi untuk mempertahankan suku bunga BI. Sebab, kata dia, sejumlah parameter ekonomi yang dianggap sudah terkendali. Ia menyebut inflasi, serta nilai tukar rupiah yang menguat menjadi Rp15.395 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pertengahan September dan arus modal masuk yang kuat, dan cadangan devisa mencapai rekor US$150,2 miliar.
"BI memiliki ruang gerak yang lebih besar untuk menurunkan suku bunga acuan saat ini secara preemptive, meskipun besaran penurunannya juga perlu dipertimbangkan untuk memastikan tidak ada shock pasar yg merugikan," ungkap Shinta.
Baca juga : Dunia Usaha Apresiasi Keputusan BI Tahan Suku Bunga
Apindo menilai BI perlu menurunkan suku bunga atau BI Rate untuk mendukung kinerja pelaku usaha dan menggenjot konsumsi dalam negeri. Dampak dari penurunan suku bunga acuan BI, lanjutnya, antara lain suku bunga pinjaman riil bagi pelaku usaha dan masyarakat diproyeksi akan terkoreksi menjadi lebih rendah.
Lalu, persyaratan pemberian pinjaman juga diproyeksikan tidak seketat saat ini, sehingga terjadi quantitative easing atau pelonggaran kuantitatif kebijakan moneter oleh bank sentral untuk merangsang perekonomian.
"Quantitative easing ini akan menjadi motor pertumbuhan usaha di berbagai sektor usaha," katanya.
Selain itu, quantitative easing juga dianggap akan menguntungkan sektor-sektor usaha yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh pinjaman modal karena bidang usahanya dianggap lebih high risk atau memiliki risiko tinggi. Lalu, dapat memicu pertumbuhan kredit yang bersifat produktif seperti kredit modal kerja atau sejenisnya dan menggenjot kredit investasi karena persyaratan pinjaman dan bunga pinjaman yang lebih terjangkau.
"Kondisi pertumbuhan tersebut akan menciptakan efek ekonomi yang positif bagi pelaku usaha karena adanya pasar yang mendukung pertumbuhan usaha secara kontinu," pungkas Shinta. (H-3)
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan 22 pengusaha besar anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Rabu (11/2) di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan soal pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Apindo dan lima konglomerat.
Menurut Shinta, dunia usaha melihat langkah Moody’s bukan hanya sebagai cerminan melemahnya fundamental ekonomi nasional.
Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi sejumlah perwakilan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadinya di Hambalang..
Dunia usaha menilai pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 belum sepenuhnya mencerminkan akselerasi pertumbuhan yang optimal.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved