Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendukung penguatan konsumsi domestik dan stabilitas ekonomi nasional melalui pelaksanaan program Friday Mubarak 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian penguatan belanja masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Friday Mubarak 2026 didukung oleh pemerintah, pelaku usaha ritel, pengelola pusat perbelanjaan, serta pengelola pasar rakyat dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.
"Friday Mubarak 2026 kami posisikan bukan hanya sebagai program promosi, tetapi sebagai gerakan bersama untuk memperkuat konsumsi domestik dan menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idulfitri," ujar Ketua Umum Aprindo Solihin dalam keterangannya saat Kick-Off Ceremony Friday Mubarak 2026, Jumat (13/2).
Program tersebut dilaksanakan pada 11 Februari hingga 31 Maret 2026 dan melibatkan sekitar 200 perusahaan ritel anggota Aprindo di seluruh Indonesia.
Kolaborasi diperluas bersama ratusan pusat perbelanjaan dan ribuan pasar rakyat, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai kanal belanja, baik ritel modern maupun pasar tradisional.
Friday Mubarak 2026 merupakan bagian dari inisiatif penguatan konsumsi nasional yang dikoordinasikan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan RI bersama kementerian/lembaga terkait.
Dalam kerangka tersebut, Aprindo mendukung implementasi program di lapangan melalui berbagai aktivitas belanja tematik, promo harga, diskon tambahan, bundling produk, serta program cashback yang dirancang untuk mendorong transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Solihin menyampaikan Friday Mubarak 2026 merupakan kontribusi nyata sektor ritel dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun.
"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses belanja yang terjangkau, pasokan yang aman, dan harga yang stabil,” ujarnya.
Ia menambahkan di tengah dinamika ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, penguatan konsumsi dalam negeri menjadi strategi utama untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional. Sektor ritel harus hadir sebagai mitra aktif pemerintah dalam memastikan distribusi berjalan lancar serta daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pada pelaksanaan program, Aprindo menargetkan nilai transaksi ritel secara nasional mencapai ratusan triliun.
“Target capaian transaksi nasional hingga Rp119 triliun pada penutup program diharapkan menjadi dorongan nyata bagi konsumsi domestik dan optimisme pelaku usaha," tegas Solihin.
Ia menekankan momentum Ramadan tidak hanya menjadi lonjakan konsumsi jangka pendek, tetapi juga harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang kuat, menjaga optimisme pelaku usaha, serta memberikan kepastian harga dan pasokan bagi masyarakat. (E-4)
INDEF nilai Ramadan dan Idul Fitri 2026 bisa dorong ekonomi kuartal I-II lewat sektor pangan, transportasi, dan logistik, didukung stimulus pemerintah.
Penyanyi solo Kunto Aji muncul dengan cara tak biasa dengan tampil mengenakan pakaian serba kuning, lengkap dengan sepatu hitam di Blok M Hub, Jakarta Selatan.
MENJELANG perayaan imlek dan bulan puasa Ramadan 2026, penjualan daging sapi di pasar kite, kota Sungailiat, Provinsi Bangka Belitung, alami lonjakan signifikan.
HARGA ayam dan komoditas cabai merah keriting di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjelang Ramadan 2026 terpantau mengalami kenaikan.
Tradisi mudik yang memacu mobilitas masyarakat juga perlu disiapkan sejak dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved