Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Faisal Basri. Luhut mengaku ingat momen pertemuan terakhirnya dengan Faisal Basri. Itu terjadi pada 2021, setelah Indonesia menghadapi gelombang pertama pandemi covid-19. Kala itu, Faisal Basri memberikan masukan dalam mendesain Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari sisi ekonomi.
"Masukannya membantu kita menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi negara," ujar Luhut dalam keterangan yang diterima Media Indonesia..
Menurutnya, meskipun dalam banyak kesempatan mereka berada di sisi yang berseberangan dalam hal kebijakan, Faisal Basri tidak pernah menggunakan kritik sebagai alat untuk menjatuhkan. Kritik-kritik itu dilontarkan untuk membangun.
Baca juga : Luhut Pandjaitan Mengenang Faisal Basri: Ekonom Lugas Penuh Dedikasi
"Beliau kritis, tetapi selalu dalam semangat memperbaiki. Itulah yang membuat saya sangat menghargai beliau. Kita butuh lebih banyak sosok seperti Pak Faisal di Indonesia," ucapnya.
Di mata Luhut, Faisal Basri adalah contoh intelektual yang tetap teguh dengan prinsipnya, meskipun seringkali berbeda pandangan dengan pemerintah.
“Indonesia kehilangan seorang pemikir besar. Semoga segala pengabdiannya bagi bangsa menjadi amal baik, dan beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Luhut. (Z-11)
ALIANSI Ekonom Indonesia (AEI) kembali menegaskan sikapnya dengan menyuarakan tujuh desakan darurat ekonomi dalam agenda pertemuan perdana para penandatangan.
CHIEF Economist Citi Indonesia, Helmi Arman menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi keseluruhan untuk 2025 bakal mentok di angka 5 persen.
PENGAMAT ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, meminta para kepala daerah menanggapi isu dana mengendap di bank daerah yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan kepala dingin.
Ekonom dukung evaluasi tantiem BUMN. Skema insentif dinilai tidak akuntabel dan perlu direformasi agar selaras dengan kinerja dan efisiensi fiskal.
KEPERGIAN Kwik Kian Gie meninggalkan duka mendalam sekaligus kekosongan dalam jagat pemikiran ekonomi Indonesia. Ia bukan sekadar ekonom, melainkan sosok langka yang berani bersuara.
Ekonom dari Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengungkapkan kepergian Kwik Kian Gie meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia.
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved