Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah akan kembali stabil dan menguat. Itu didasari pada tekanan eksternal yang mulai melunak dalam beberapa waktu terakhir. Indikasi pelunakan gejolak eksternal terlihat dari kembali masuknya aliran modal asing ke pasar portofolio dalam negeri.
“Secara keseluruhan BI melihat stabil dan akan cenderung menguat. Jadi rupiah itu sekarang yang penting stabil, tidak perlu terlalu khawatir,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (22/5).
Dia mengatakan, kebijakan moneter yang ditempuh BI dalam memitigasi rambatan ketidakpastian global juga turut memperkuat nilai tukar rupiah. Secara bulanan, hingga 21 Mei 2024, nilai tukar rupiah tercatat menguat 1,66% setelah pada April 2024 melemah 2,49%.
Baca juga : BI Yakin Rupiah akan Terus Menguat Hingga Akhir Tahun
Perry menilai, penguatan nilai tukar Rupiah didorong oleh dampak positif respons bauran kebijakan moneter bank sentral pada April 2024. Respons kebijakan tersebut mendorong aliran masuk modal asing, terutama ke SBN dan SRBI, sebesar US$4,2 miliar hingga 20 Mei 2024.
“Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah 3,74% dari level akhir Desember 2023, lebih baik dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina, Won Korea, dan Baht Thailand masing-masing sebesar 4,91%, 5,52%, dan 5,99%,” jelas Perry.
Ke depan, nilai tukar rupiah diperkirakan stabil dengan kecenderungan menguat didorong oleh imbal hasil yang menarik sejalan dengan kenaikan BI-Rate, premi risiko yang turun, prospek ekonomi yang lebih baik, dan komitmen BI untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Miliki Kemampuan Bayar Utang
BI, lanjut Perry, juga terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang tersedia untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, termasuk melalui penguatan strategi operasi moneter promarket dengan mengoptimalkan instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI.
“Bank Indonesia memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023,” pungkas Perry. (Z-8)
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved