Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menguat hingga akhir tahun dengan sejumlah faktor. Ini dikemukakan Perry saat konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II 2024 secara virtual, Jumat (3/5).
"Ada empat faktor utama yang kami yakini penguatan nilai tukar rupiah itu akan terus berlangsung sampai dengan akhir tahun. Nilai tukar rupiah akan menguat ke Rp16.000 dan kemudian Rp15.800 per dolar AS," ujarnya.
Faktor pertama ialah dengan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6,25% di bulan April 2024 dianggap akan efektif untuk menarik modal asing. Plus, adanya penawaran tingkat imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang menarik. SRBI merupakan surat berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh BI.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Miliki Kemampuan Bayar Utang
"Dengan kenaikan itu kalau kita bandingkan dengan India yield differential atau perbedaan yield itu sudah lebih baik dari India, sehingga itu menjadi atraktif," jelas Gubernur BI.
Faktor kedua yang membuat rupiah akan perkasa ialah dengan kenaikan BI Rate bisa menarik inflow atau aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik. BI mencatat pada minggu keempat April 2024, dana asing yang masuk ke Indonesia lewat SRBI menembus Rp4,5 triliun.
"Lalu, pada tiga hari pertama di Mei ini, dana asing yang masuk mencapai Rp1,58 triliun di SRBI," ungkap Perry.
Baca juga : Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Diprediksi Stabil usai Penaikan Suku Bunga Acuan
Faktor berikutnya adanya prospek ekonomi Indonesia yang baik di tengah gejolak geopolitik global. Pertumbuhan ekonomi diramalkan di kisaran 5% dengan target inflasi sebesar 2,5 plus minus 1 persen untuk tahun ini.
Faktor terakhir yang membuat BI yakin kurs rupiah akan menguat hingga akhir 2024 ialah adanya komitmen KSSK untuk menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian global.
"Kami tentu saja berkomitmen untuk menjaga nilai tukar rupiah dengan terus koordinasi dengan pemerintah dan KSSK," pungkas Perry. (Z-8)
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas melemahnya nilai tukar rupiah.
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved