Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
DPR RI hari ini membuka Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024. Ketua DPR Puan Maharani menyinggung soal pemerintah baru yang harus memiliki kekuasaan dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024 DPR digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2024). Pidato Puan dibacakan oleh Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel.
Di awal pidatonya, Puan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, TNI/Polri, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga perjalanan mudik lebaran tahun ini berjalan lancar, aman, dan gembira. Ia mengungkap DPR periode 2019-2024 hanya tinggal memiliki dua kali masa sidang hingga purnatugas pada Oktober mendatang.
Baca juga : DPR Minta Pemerintah Terus Perbaiki Kinerja APBN
Oleh karenanya, ia mengajak seluruh anggota dewan periode ini untuk menuntaskan tugas-tugas konstitusional DPR RI dengan optimal. "Kerja-kerja DPR dalam menjalankan kedaulatan rakyat pada hakikatnya ialah hendak mewujudkan kehidupan rakyat yang sejahtera, negara yang berdaulat, dan bangsa yang berkeadaban semakin tinggi," kata Puan dalam pidatonya seperti yang dibacakan oleh Rachmat Gobel.
Dalam melaksanakan kerja konstitusionalnya tersebut, kata Puan, DPR dituntut untuk selalu dapat memenuhi harapan rakyat yakni membentuk undang-undang yang berkualitas, menyusun anggaran yang memakmurkan rakyat, mewujudkan pemerintahan yang memudahkan hidup rakyat, serta memperkuat kedudukan diplomasi politik luar negeri Indonesia. "Kerja konstitusional ini semua membutuhkan kerja bersama seluruh fraksi, untuk dapat mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok," tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu.
Puan menyebut setiap fraksi memiliki bintang penuntun dan meja analisis yang berbeda-beda. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan transparansi dalam setiap pengambilan keputusan politik di DPR sehingga rakyat dapat menilai perilaku politik yang benar-benar berpihak kepada rakyat dan kepentingan nasional. "Menjadi komitmen kita bersama, untuk selalu menjadikan rakyat dan kepentingan nasional sebagai keutamaan dalam mengambil keputusan-keputusan kerja konstitusional DPR," ucap Puan.
Baca juga : Puan Maharani: Pemerintahan Baru Harus Leluasa Menyusun APBN
Pada masa persidangan ini, DPR melalui Alat Kelengkapan Dewan (AKD) akan memasuki tahapan siklus pembahasan APBN Tahun Anggaran 2025. Seluruh AKD DPR akan melakukan pembahasan anggaran belanja di kementerian/lembaga untuk APBN Tahun Anggaran 2025.
APBN Tahun 2025 merupakan Tahun Anggaran Pertama bagi pemerintahan yang presidennya akan dilantik pada Oktober 2024. Puan menyampaikan sesuai dengan Undang-Undang Keuangan Negara dan Undang-Undang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pemerintah dalam menyusun RAPBN harus berbasiskan pada RPJMN yang akan ditetapkan oleh presiden yang akan dilantik.
"Tidaklah sesuai dengan asas kepatutan dan peraturan perundang-undangan saat APBN 2025 disusun oleh pemerintahan yang purna tugas, akan tetapi yang harus bertanggung jawab ialah pemerintahan yang baru," terangnya.
Baca juga : Dorong RAPBN 2023 Alokasikan Subsidi, Puan Dinilai Peduli Rakyat Kecil
Untuk itu, Puan menegaskan kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal APBN Tahun Anggaran 2025 yang disusun oleh pemerintahan saat ini hanya merupakan dasar-dasar kebijakan sementara serta alokasi belanja yang hanya untuk kebutuhan rutin penyelenggaraan negara. Setidaknya untuk kebutuhan triwulan pertama 2025. "Pemerintahan yang baru harus dapat memiliki keleluasaan menyusun APBN," ungkap Puan.
Dalam pelaksanaan fungsi legislasi, Puan mengatakan DPR bersama pemerintah dan DPD akan memprioritaskan untuk menyelesaikan pembahasan 43 rancangan undang-undang (RUU) yang saat ini masih berada dalam Pembicaraan Tingkat I. Mantan Menko PMK tersebut menyatakan, DPR bersama pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan pembahasan RUU itu di masa sidang yang tersisa hingga berakhirnya DPR periode 2019-2024.
Meski begitu, Puan mengingatkan dalam pembentukan suatu UU tentunya terdapat berbagai dinamika dan sudut pandang yang berbeda-beda. "Namun dinamika tersebut dibatasi oleh norma-norma yang terdapat di dalam UUD NRI 1945. DPR bersama pemerintah juga harus memperhatikan syarat formal pembentukan Undang Undang yang telah menjadi norma dalam keputusan Mahkamah Konstitusi," ujarnya.
Baca juga : DPR: RAPBN 2023 Dirancang Untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi
Kemudian untuk fungsi pengawasan, DPR mengarahkan pada berbagai isu, permasalahan, dan pelaksanaan UU di berbagai bidang untuk dapat meningkatkan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan umum bagi rakyat dan mempercepat kemajuan pembangunan. "DPR akan memprioritaskan berbagai isu strategis yang menjadi perhatian di tengah masyarakat, antara lain persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024, kenaikan harga pangan dan sembako, tumpang tindih regulasi dan penyelesaian masalah pertanahan," papar Puan.
"Pengurangan emisi karbon dari bahan bakar fosil, ancaman risiko cuaca panas ekstrem, persiapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak (pilkada) November 2024, dan tekanan perekonomian global pada kondisi moneter dan fiskal," lanjut cucu Bung Karno itu. Puan menambahkan, AKD DPR terkait harus memberikan atensi khusus pada persiapan dan pelaksanaan tahapan pilkada serentak 2024 yang sudah mulai dilaksanakan. "Pemilu serentak yang akan dilaksanakan ini merupakan suatu tahapan penting ke depan untuk menyelenggarakan pemerintahan daerah yang selaras masa pemerintahannya," sebut Puan.
Lebih lanjut, Puan menjelaskan mengenai fungsi diplomasi parlemen yang akan dilakukan DPR pada masa persidangan ini. DPR mengagendakan serangkaian kegiatan, baik bilateral, regional, maupun internasional. "Antara lain penyelenggaraan Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum pada 19-21 Mei 2024 di Nusa Dua Bali yang merupakan bagian dari Sidang The 10th World Water Forum," urai Puan.
"Sebagai tuan rumah kegiatan sidang, DPR berfokus menyukseskan kegiatan tersebut, baik dari aspek penyelenggaraan maupun sukses subtansi dalam memperkuat tata kelola air bagi kesejahteraan rakyat," sambungnya.
Melalui tema Mobilizing Parliamentary Action on Water for Shared Prosperity, Puan menyebut anggota parlemen dari seluruh dunia akan berkesempatan mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan air dan meningkatkan kerja sama parlemen dalam memperluas akses terhadap air bersih. Anggota parlemen dunia juga akan memobilisasi tindakan terhadap air untuk keamanan dan kemakmuran global. "Atas nama pimpinan DPR, kami mengundang partisipasi seluruh AKD DPR untuk ikut menyukseskan penyelenggaraan Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum," kata Puan.
Selain agenda Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum, disampaikan Puan, DPR juga akan menerima kehadiran delegasi negara sahabat, seperti delegasi Hong Kong, delegasi Turki, dan delegasi Rumania. "Melalui berbagai peran diplomasi, DPR ikut berperan dan bertanggung jawab untuk membangun dunia yang lebih baik, membangun tatanan sosial, ekonomi, serta politik yang humanis dan berkeadilan sosial," tegasnya.
Adapun persidangan V DPR Tahun Sidang 2023-2024 akan dimulai sejak hari ini sampai dengan Kamis, 11 Juli 2024. Anggota DPR diingatkan kembali untuk bekerja semaksimal mungkin demi kesejahteraan rakyat.
"Kepada anggota dewan yang terhormat, kami menyampaikan selamat bekerja memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memberikan rahmat dan bimbingan-Nya kepada kita semua," tutup Puan. (RO/Z-2)
Rakyat tetap paham jika pangkal persoalan adalah DPR dengan berbagai kebijakannya yang tidak merakyat.
KETUA DPR RI, Puan Maharani akan bertanggung jawab dan mendorong kepolisian untuk mengusut tuntas insiden meninggalnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan
Personel polisi menghalau pengunjuk rasa yang menggelar aksi menolak tunjangan anggota DPR yang dinilai berlebihan di depan Gedung DPR.
DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas pada sejumlah titik imbas aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Personel gabungan TNI/Polri menjaga ketat pintu belakang gedung DPR, Jakarta Pusat, untuk mengantisipasi potensi kericuhan dalam aksi demo buruh pada hari ini, Kamis 28 Agustus 2025.
Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB) bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Kamis (28/8).
ISTANA merespons putusan Mahkamah Konstitusi yang melarang wakil menteri (wamen) untuk merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya, komisaris atau direksi pada perusahaan
Rata-rata daerah hanya mampu mengumpulkan sekitar 30% Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pembentukan lembaga-lembaga baru oleh Presiden Prabowo Subianto sejatinya memang dibutuhkan dalam agenda pembangunan, namun seharusnya tidak membebani APBN
Fokus belanja besar pada program makan bergizi gratis (MBG) berisiko menekan stabilitas fiskal dan makroekonomi.
WAKIL Ketua Badan Anggaran DPR Wihadi Wiyanto menilai anggaran yang ada di dalam RAPBN 2026 sebesar Rp757,8 triliun untuk pendidikan telah sesuai dengan ketentuan UU.
WAKIL Ketua Badan Anggaran DPR Muhidin Mohamad Said menuturkan, pihaknya belum melihat mendetail perihal rancangan anggaran yang diberikan oleh pemerintah.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved