Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini, Thailand sedang dilanda gelombang panas ekstrem dengan suhu melonjak hingga mencapai rekor tertinggi di beberapa daerah.
Merespon hal tersebut terkait dari sektor pangan, Pengamat Pertanian, Syaiful Bahari mengungkapkan bahwa perubahan iklim tidak bisa dijadikan kambing hitam terhadap kelangkaan produksi atau gejolak harga pangan.
"Sebenarnya masalah pangan di Indonesia, tidak hanya disebabkan oleh perubahan iklim ekstrem, apakah itu El Nino atau curah hujan tinggi. Kalau penyebabnya alam sebenarnya pemerintah sudah bisa mengantisipasi lebih awal agar tidak terjadi kelangkaan pangan di dalam negeri," kata Syaiful saat dihubungi pada Rabu (1/5).
Baca juga : Kepala Bapanas Jelaskan Alasan Harga Telur belum Turun
Masalah pangan di Indonesia, lanjut Syaiful, lebih disebabkan oleh kekeliruan kebijakan pembangunan pertanian nasional karena tidak memiliki arah yang jelas sektor pangan dan pertanian yang mau dibawa ke arah mana.
"Masalah lahan pertanian produktif yang semakin berkurang atau menyempit, kelangkaan dan mahalnya pupuk, usia petani yang semakin menua (aging farmer), pembangunan infrastruktur pertanian yang lamban, dan teknologi pasca panen yang tertinggal jauh dengan negara lain, semua ini menyebabkan biaya produksi pertanian samkin mahal," ucap Syaiful.
Akibatnya, sambung dia, hal tersebut berdampak produktivitas pertanian Indonesia semakin turun dan tidak efisien. Sementara itu, Syaiful menyatakan bahwa pemerintah lebih suka mengambil jalan pintas yaitu impor untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri, seperti beras yang terjadi dua tahun terakhir ini.
Baca juga : Atasi Krisis Pangan. Leafy Tawarkan Inovasi Atasi Keterbatasan Lahan Pertanian
"Jadi masalah utama pangan di Indonesia bukan datang dari luar, tetapi dari dalam. Buktinya, negara-negara seperti Vietnam, Thailand, India dan lain-lain, menghadapi persoalan iklim yang sama, tetapi pertanian mereka tetap maju dan semakin berkembang," ungkap dia.
Untuk mengantisipasi apabila gelombang panas tersebut menjangkau Indonesia, ia menyebut bahwa pemerintah harus segera menyusun program mitigasi pangan nasional, salah satunya adalah bagaimana cara memperkuat cadangan pangan nasional.
"Bukan hanya sekedar memenuhi stok gudang Bulog dengan komoditi impor. Buatkan regulasi yang jelas sehingga seluruh stakeholder bisa bekerja untuk meningkatkan cadangan pangan nasional," pungkasnya. (Z-6)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada pangan. Cadangan beras nasional di Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blora, sekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Studi terbaru mengungkap bendungan berang-berang mampu mengubah sungai menjadi penyerap karbon alami yang efektif. Solusi murah untuk atasi perubahan iklim?
Penemuan batu granit merah muda di Antartika mengungkap massa raksasa tersembunyi di bawah es. Temuan ini memberi petunjuk penting tentang pergerakan gletser dan kenaikan permukaan laut.
Amerika Serikat bagian barat daya dilanda gelombang panas prematur yang memecahkan rekor. Phoenix hingga California siaga suhu ekstrem di pertengahan Maret.
Studi terbaru mengungkap suhu panas ekstrem kini membatasi aktivitas fisik manusia, terutama lansia. Simak wilayah yang paling terdampak dan risiko kesehatan yang mengintai.
Penelitian terbaru menunjukkan jamur patogen seperti Aspergillus berpotensi menyebar lebih luas akibat perubahan iklim dan resistensi obat, meningkatkan risiko infeksi pada manusia.
Ekspedisi CEFAS mengungkap rahasia laut dalam Karibia. Ditemukan gunung bawah laut, "blue hole" raksasa, hingga terumbu karang purba yang tak tersentuh perubahan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved