Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM upaya stabilisasi bawang merah, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan stakeholders pangan akan memasifkan operasi pasar lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Jakarta. Kegiatan berlangsung mulai Senin (29/4) sampai Rabu (8/5) di 63 titik lokasi plus dua pasar mitra tani hortikultura (PMTH).
Dalam operasi pasar tersebut akan disediakan bawang merah jenis batu ijo, Bima Brebes, dan Brebes Super dengan harga terjangkau. "Melalui operasi pasar murah yang masif dalam beberapa hari ke depan, kita harap bisa menekan gejolak bawang merah yang belakangan ini menjadi perhatian masyarakat," ungkap Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (28/4).
Ia menjelaskan fluktuasi harga bawang merah terjadi usai Lebaran 2024. Merujuk data panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga komoditas hortikultura itu sebesar Rp52.920 per kilogram (kg). Namun, di pasaran harga bawang merah menembus Rp80.000 per kg.
Baca juga : Kementan: Harga Bawang Merah Naik akibat Curah Hujan Tinggi
Arief menjelaskan penyebab tingginya harga bawang merah lantaran produksi di wilayah sentra seperti di Jawa Tengah terganggu akibat banjir. "Sekitar 7.500 hektare (ha) yang terdampak banjir dan ada juga sekitar 2.500 hektar yang puso. Artinya potensi kehilangan produksi bisa sekitar 25 ribu ton," tutur Kepala Bapanas.
Penyebab lain ialah keterbatasan tenaga kerja baik di produksi, distributor, sampai di pasar jelang dan beberapa hari usai Lebaran yang memengaruhi harga bawang merah semakin tinggi.
Dalam GPM ini akan tersedia bawang merah dengan kemasan 0,5 dan 1 kg. Bawang merah Batu Ijo dapat dibeli dengan harga Rp25 ribu per kg, bawang merah Bima Brebes dijual Rp35 ribu per kg, dan bawang merah Brebes Super seharga Rp40 ribu per kg. Pihaknya memproyeksikan dalam 30 sampai 40 hari mendatang, harga bawang merah akan stabil kembali. (Z-2)
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
TREN harga dua komoditas pangan strategis, yakni cabai rawit merah dan daging ayam ras, menunjukkan penurunan signifikan secara nasional di awal Maret 2026.
Harga cabai rawit merah mulai melandai di kisaran Rp60.000 per kg seiring membaiknya cuaca dan panen raya di sentra produksi. Cek update harga terbaru di sini.
APCI memprediksi setelah periode Imlek, harga cabai rawit merah akan bergerak turun secara bertahap.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan hasil sidak menunjukkan kondisi harga relatif stabil dan pasokan tersedia.
Tradisi mudik yang memacu mobilitas masyarakat juga perlu disiapkan sejak dini.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, gula, dan daging sapi masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved