Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
REALISASI anggaran Perlindungan Sosial yang dianggarkan Rp496,8 triliun pada 2024, sampai dengan 29 Februari tercatat Rp37,9 triliun. Sebanyak Rp22,6 triliun dibelanjakan kementerian/lembaga (K/L), seperti Kemensos sudah membayarkan Rp12,8 triliun kepada penerima PKH sebanyak 10 juta KPM dan sembako untuk 18,7 juta KPM.
"Kemudian Kementerian Tenaga Kerja Rp87,6 miliar untuk bantuan iuran program jaminan kehilangan pekerjaan. Lalu BNPB sudah membayarkan Rp800 miliar untuk pelaksanaan tanggap darurat berbagai bencana sepanjang Januari-Februari," Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada konferensi pers APBN Kita Edisi Maret 2024, Senin (25/3).
Untuk belanja non-K/L sudah direplikasikan Rp14,3 triliun untuk membayarkan subsidi energi, yaitu BBM, LPG, dan listrik. Kemudian subsidi nonenergi untuk subsidi skema resi gudang Rp400 juta.
Baca juga : Belanja 7 Sektor Prioritas APBN 2024 Capai Rp2.259 Triliun. Untuk IKN Rp40,6 T
Transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp900 miliar dalam bentuk bantuan langsung tunai di level desa tercatat 903,9 ribu KPM. "Yang mengeksekusi bantuan langsung tunai ialah pemerintah daerah," kata Menkeu.
Anggaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2024 mencapai Rp496,8 triliun. Untuk Kementerian Sosial (Kemensos) hanya bertanggung jawab atas Rp75,6 triliun seperti program kartu sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), dan asistensi rehabilitasi sosial, terutama untuk lansia dan lainnya.
Sisanya, dikelola oleh beberapa K/L. Pertama, dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp30 triliun untuk Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Lalu dikelola oleh Kementerian Kesehatan Rp49 triliun untuk BPJS Kesehatan PBI JKN bagi masyarakat miskin.
Baca juga : Pendapatan Negara Kontraksi, Posisi APBN masih Surplus
Kemudian untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa Rp10,7 triliun. Sisanya, sebanyak Rp330 triliun berupa Perlindungan Sosial kepada masyarakat dalam bentuk subsidi energi, seperti subsidi BBM, LPG 3 kg, dan listrik.
Sedangkan untuk subsidi nonenergi seperti subsidi pupuk, PSO, subsidi bunga KUR untuk usaha mikro UMKM koperasi, subsidi perumahan kelompok masyarakat berpendapatan rendah (MBR). Sisanya yaitu cadangan antisipasi penanggulangan bencana.
"Semua langsung dinikmati masyarakat. Pemerintah membayar langsung kepada eksekutor yaitu PLN atau Pertamina untuk yang energi," kata Menkeu. (Z-2)
Kemensos mengirimkan Tim Asesmen khusus ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memverifikasi status sosial ekonomi keluarga YBS.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim Tim Asesmen ke Ngada, NTT, untuk mendalami kondisi keluarga YBS, anak SD yang bunuh diri beberapa waktu lalu.
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Peserta JKN yang dinonaktifkan tersebut bisa mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN-nya jika yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria.
Persoalan keterbatasan kapasitas, terutama pada Sekolah Rakyat yang belum memiliki gedung sendiri dan masih memanfaatkan sentra atau balai milik Kementerian Sosial.
Abidin mendorong adanya koordinasi cepat antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat pembangunan fisik sekolah di tingkat kabupaten.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuding Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum mengoptimalkan alokasi anggaran untuk pembelian kapal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kegaduhan akibat penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved