Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (19/2), diperkirakan bergerak variatif seiring pelaku pasar wait and see terhadap Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada pekan ini. IHSG dibuka melemah 12,23 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.323,31. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,68 poin atau 0,27 persen ke posisi 1.003,95.
"IHSG diperkirakan masih mengalami volatilitas pada pekan ini merespons sentimen dalam dan luar negeri," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas seperti dilansir dari Antara.
Dari dalam negeri, pada Selasa (20/02) dan Rabu (21/02) pekan ini, BI akan menggelar RDG terkait keputusan suku bunga acuannya, dan hasilnya akan diumumkan pada Rabu siang (21/02), yang diperkirakan akan kembali menahan suku bunga acuannya di level 6 persen.
Baca juga : IHSG Terus Meroket seiring Optimisme PascaPemilu
Selain itu, optimisme pelaku pasar terjadi setelah hasil hitung cepat (quick count) dari berbagai lembaga survei maupun real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka unggul dibandingkan kedua pasangan calon (paslon) lainnya.
Hal ini memberikan angin segar ke pasar keuangan karena potensi satu putaran dapat terjadi, dan kepastian semakin besar terjadi di depan mata. Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 127,59 poin atau 0,33 persen ke 38,359,60, indeks Hang Seng melemah 173,18 poin atau 1,06 persen ke 16.166,78, indeks Shanghai menguat 20,16 poin atau 0,70 persen ke 2.886,06, dan indeks Straits Times melemah 0,05 poin atau 0,00 persen ke 3.221,89. (Z-6)
Baca juga : IHSG Berpeluang Menguat Jelang Rilis Suku Bunga The Fed
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
BEI angkat bicara terkait sejumlah perkara dugaan manipulasi dan kejahatan pasar modal atau dikenal praktik saham gorengan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Peningkatan batas minimal free float saham menjadi 15% serta rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal nasional.
Ia menyebut fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor ramai-ramai masuk ke saham yang likuiditas dan fundamentalnya terbatas.
Purbaya optimistis tekanan pasar tidak akan berlangsung lama. Ia menyinggung proses seleksi ketua OJK yang sudah mulai berjalan sebagai sinyal kepastian yang ditunggu pasar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pasar modal Indonesia secara jangka menengah-panjang masih sangat prospektif dan menarik bagi investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah kepemimpinan langsung dalam mereformasi sektor keuangan dan fiskal nasional.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
IHSG hari ini Kamis 5 Februari 2026 dibuka menguat 20,63 poin (0,28%) ke level 7.316,21. Cek analisis pergerakan saham dan indeks LQ45 di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved