Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI langkah perubahan, pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar akan membuat program bansos plus. Ini untuk memperluas lagi jangkauan penerima bantuan sosial.
"Sebagai bagian dari perubahan, kami menyusun bansos plus, angkanya ditingkatkan, yang masih miskin dimasukkan dan diberikan bekal pelatihan, pendampingan, supaya usaha mereka pelan-pelan bisa mandiri dan hidup lebih sejahtera," ucap Anies dalam debat capres kelima, Minggu (4/1).
Menurut Anies, beberapa kelompok masyarakat yang penting untuk mendapatkan bansos ialah mereka yang miskin dan prasejahtera, jangan sampai ada yang terlewatkan. Menurut Anies, bansos harus diberikan sesuai kebutuhan penerima.
Baca juga : Prabowo: Bangun Pabrik di Dalam Negeri Kurangi Impor Gawai
"Kalau penerima membutuhkan bulan ini, ya bulan ini. Kalau tiga bulan lagi, ya tiga bulan lagi. Tidak usah dirapel semuanya. Dijadikan sebagai sesuai kebutuhan,” ucap dia.
Ia juga menekankan bahwa bansos diberikan dari uang rakyat lewat negara dan untuk rakyat, bukan dari pihak-pihak tertentu. Hal itu dilakukannya saat menjabat sebagai gubernur DKI. Anies dengan tegas menempelkan keterangan pada setiap paket bansos dengan label dibiayai APBD.
Di samping itu, ia menekankan bahwa perlu opsi bansos dalam bentuk cash transfer untuk mengurangi potensi korupsi dalam pengadaan barang. Pasalnya, selama ini pengadaan barang bansos hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan raksasa.
Baca juga : Terkait Pekerja Migran, Prabowo Sepakat dengan Anies dan Ganjar
Lainnya, soal data bansos, menurut dia permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mengecek ulang data sampai di tingkat RT/RW.
"Itu dilakukan di Jakarta. Mereka musyawarah, mencocokkan siapa yang daftar, yang benar dan keliru. Semua PKK, karang taruna, RT/RW, datanya akurat dan dananya dipakai sesuai dengan kebutuhan," pungkas dia. (Z-2)
Baca juga : Anies Baswedan: Perbaikan Sistem Kesehatan Harus Dilakukan Lintas Sektor
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved