Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK akhirnya merilis data yang memberikan harapan. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok kini tercatat berada di atas ekspektasi konsensus yang ada di pasar.
"Hal ini membuktikan perekonomian Tiongkok, bertahap mulai pulih. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok memang turun, tapi tidak seburuk yang dibayangkan," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Kamis (19/10).
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok secara tahunan turun dari 6,3% menjadi 4,9% (yoy) dan secara kuartalan (qtq) naik dari 0,5% menjadi 1,3%.
Sedangkan pertumbuhan sepanjang tahun (ytd) turun dari 5,5% (yoy) menjadi 5,2% (yoy). Industrial production masih tumbuh 4,5% (yoy), begitupun dengan retail sales yang naik dari 4,6% (yoy) menjadi 5,5% (yoy).
Baca juga: IHSG Berpotensi Variatif Seiring Prediksi BI akan Tahan Suku Bunga
Data saat ini menunjukkan ada peningkatan belanja konsumsi yang kuat di Tiongkok, karena penjualan ritel meningkat. Hal ini menjadi gambaran, bahwa kepercayaan konsumen kembali tumbuh, dan menjadi salah satu dasar untuk membangun kembali konsumsi dan daya beli dalam negeri.
"Meski harus diakui bahwa pemerintah Tiongkok terus bahu membahu untuk memperbaiki sektor properti yang masih terpuruk, ditambah lagi tekanan datang dari AS yang memperketat pembatasan pengiriman teknologi maju membuat pemulihan akan berjalan lambat," kata Nico.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Melambat tapi Lampaui Perkiraan
Tentu dibutuhkan dukungan dari sebuah kebijakan agar pertumbuhan tetap dapat tercapai, serta konsumsi dan daya beli terjaga.
Sejauh ini tingkat pengganguran juga turun menjadi 5%, dan tingkat tabungan mengalami penurunan yang membuat masyarakat lebih percaya diri untuk melakukan konsumsi.
Dengan data ekonomi yang mulai tumbuh, Citigroup Inc hingga Nomura Holding Inc langsung menaikkan proyeksi ekonomi Tiongkok untuk tahun 2023 ini.
Citigroup mengatakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok sangat baik, dan langsung mengubah proyeksinya dari 5% menjadi 5,3%. "Namun kami melihatnya agar tidak terlena dengan data ini, karena situasi dan kondisi cepat berubah," kata Nico. (Z-6)
INDEF nilai Ramadan dan Idul Fitri 2026 bisa dorong ekonomi kuartal I-II lewat sektor pangan, transportasi, dan logistik, didukung stimulus pemerintah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk mengelola ekonomi secara pruden dengan mengusung kebijakan yang pro-pertumbuhan dan pro-rakyat. T
KETUA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5%–6% bukanlah capaian yang patut dibanggakan.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Lanskap ritel di kawasan perkotaan Indonesia diperkirakan terus bergerak hingga 2026, namun arahnya tak lagi bertumpu pada transaksi jual beli semata.
Pertumbuhan kawasan hunian di wilayah penyangga Jakarta turut mengubah lanskap ritel, khususnya pada segmen elektronik dan perlengkapan rumah tangga.
Hypefast akan menggelar Hystoric Hybrid Race, festival wellness dengan konsep hybrid race unik, di Pos Bloc, Jakarta, 7 Februari 2026.
ONE Global Capital mengumumkan pembagian dividen Natal perdana kepada para investornya, hanya satu tahun sejak mengakuisisi Eastlakes Shopping Centre.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved