Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEGARA Institute menyatakan dukungannya kepada aksi bersih-bersih Menteri BUMN Erick Thohir di perusahaan-perusahaan pelat merah.
Direktur Eksekutif Segara Institute, Piter Abdullah, menyatakan menteri andalan dan kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut melakukan langkah tepat dengan mengungkap berbagai kasus penyelewengan di tubuh perusahaan BUMN kepada pihak penegakan hukum.
"Kalau ada masalah hukum seperti dugaan korupsi atau penyalahgunaan jabatan yang mengarah kepada korupsi memang harus diserahkan kepada penegak hukum seperti kepolisian atau kejaksaan," terang Piter dalam keterangan pers, Selasa (18/7).
Baca juga: Negara Merugi Rp13 Triliun, Kejagung Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Japek II
Sejauh ini, Erick telah mengungkap berbagai kasus penyelewengan di lingkungan Kementerian BUMN. Kasus-kasus ini di antaranya adalah Jiwasraya, Asabri, Garuda Indonesia, Waskita Beton Precast, dan Pelindo.
Dalam perjalanannya, Erick tidak hanya mengungkap kasus penyelewengan. Namun, eks Presiden Inter Milan ini juga melakukan pembenangan manajemen di perusahaan – perusahaan BUMN agar ke depannya tidak lagi terjadi penyelewengan yang merugikan negara dan masyarakat.
Karenanya, Erick Thohir berkolaborasi dengan berabagi pihak penegakan hukum dan audit seperti Kejaksaan Agung, KPK, Polri, hingga BPKP.
Baca juga: Dugaan Korupsi Waskita Karya, Kejagung Periksa Tiga Direktur Perusahaan Swasta
"Tentu saja bersih-bersih ini tidak cukup dengan membawa satu dua kasus ke kejaksaan. Tapi benar-benar didukung dengan penguatan GCG (Good Corporate Governance) di lingkungan BUMN," ujar Piter.
Terakhir, mantan Direktur Riset CORE ini menambahkan upaya bersih-bersih yang dilakukan Erick turut berdampak terhadap penguatan ekonomi nasional. Dengan penerapaan GCG yang optimal maka perusahaan-perusahaan BUMN juga mampu mencetakkan laba setiap tahun.
Terbukti, sejak Erick Thohir memimpin, Kementerian BUMN terus mencatatkan laba setiap tahunnya. Mulai dari Rp13 triliun di tahun 2020 menjadi Rp124 triliun di 2021.
Baca juga: Kejagung Periksa Eks Dirut Jasa Marga Terkait Kerugian Negara Rp13 Triliun
"Kemudian di tahun 2022, laba Kementerian BUMN kembali naik menjadi Rp303 triliun," ucap Piter.
Tak hanya laba, dividen kepada negara juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah Kementerian BUMN yakni di angka Rp80 triliun.
"Saya kira langkah Pak Erick Thohir melakukan bersih-bersih di BUMN adalah langkah tepat untuk memperkokoh BUMN sebagai salah satu pilar ekonomi nasional," pungkas Piter. (RO/S-4)
Tidak perlu adanya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun yang saat ini diusulkan diubah menjadi Lembaga BUMN setelah adanya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Regulasi telah membagi peran antara Kementerian BUMN dan Danantara, namun praktik di lapangan justru memunculkan kebingungan arah kebijakan.
Pembentukan Danantara memantik wacana penghapusan Kementerian BUMN. Jika benar terjadi, kementerian ini akan “turun status” menjadi badan, sebuah langkah yang diperkirakan mengubah peta pengawasan sekaligus arah bisnis perusahaan pelat merah.
Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto menanggapi kemungkinan Kementerian BUMN diturunkan statusnya menjadi badan.
Pemerintah memberi sinyal bakal mengubah status Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi badan.
Isu pembubaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ada juga wacana peleburan Kementerian BUMN ke BPI Danantara.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, mengharapkan dukungan dari seluruh elemen sepak bola nasional usai PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih tim nasional Indonesia.
Jakarta, Herdman menyampaikan pandangannya. Ia melihat tekanan menjadi pelatih timnas Indonesia bukan sebagai masalah besar, melainkan sebagai sebuah keistimewaan.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved