Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto menanggapi kemungkinan Kementerian BUMN diturunkan statusnya menjadi badan. Toto menilai kebijakan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola BUMN yang lebih sehat.
"Proses depolitisasi BUMN yang kerap dihubungkan dengan birokrasi berbelit, lambat pengambilan keputusan, intervensi politik atau praktik buruk GCG coba dihilangkan dengan fungsi kementerian yang diganti oleh badan tersebut," katanya kepada Media Indonesia, Rabu (24/9).
"Tinggal nanti badan pengganti tersebut harus kredibel sebagai pengawas Danantara, juga sekaligus sebagai regulator. Maka perlu diisi dengan figur berintegritas dan kredibel," tambah Toto.
Ia juga menyoroti setoran dividen BUMN yang sudah menjadi ranah Danantara. Secara konsep, katanya, jika dividen lebih banyak digunakan di Danantara, aliran penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah juga akan makin terbatas.
"Seluruh kebutuhan BUMN terkait modal kerja, expansi usaha, harus dimintakan ke Danantara, bukan lagi lewat mekanisme PMN. Jadi dari kacamata pemerintah, efeknya sama saja," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan soal kemungkinan status Kementerian BUMN turun menjadi badan. Hal itu seiring bergulirnya revisi undang-undang tentang perubahan keempat atas Undang-Undang BUMN di DPR RI.
Sejauh ini, fungsi operasional atas berbagai BUMN sudah lebih banyak dikerjakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), sedangkan Kementerian BUMN saat ini lebih banyak sebagai regulator.
"Ada kemungkinan kementeriannya mau kita turunkan statusnya menjadi badan. Ada kemungkinan seperti itu," kata Prasetyo usai menghadiri rapat kerja komisi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/9). (E-3)
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Pemerintah memberi sinyal bakal mengubah status Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi badan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved