Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCA pandemi covid-19 sektor apartemen yang disebut terpukul karena pandemi juga terus menunjukan tren peningkatan penjualan yang semakin baik. Hal ini didukung oleh geliat pasar bisnis properti yang menunjukan tren peningkatan kinerja bisnis sejak akhir tahun lalu hingga periode awal tahun 2023.
Berdasarkan data Colliers Indonesia, ada sebanyak 6.172 unit apartemen yang akan diserahterimakan di Jakarta pada 2023. Angka ini meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan periode tahun 2022 lalu.
Hal ini didorong oleh penjualan apartemen strata title selama kuartal pertama 2023 yang meningkat hingga 75% secara tahunan.
Baca juga: Penghuni Apartement Mediterania Sebar Hoax
Menurut Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto, peningkatan serapan unit apartemen untuk periode empat bulan pertama tahun ini merupakan 35% dari target total pencapaian permintaan tahun 2022 dan angka kinerja bisnis sektor ini masih akan terus bergerak.
“Umumnya developer masih berhati-hati dan tetap memprioritaskan penjualan unit-unit eksistingnya. Untuk kuartal kedua 2023 hingga akhir 2025 akan ada 11.635 unit apartemen yang selesai dan itu akan mendorong kenaikan harga berkisar 2-3% per tahun hingga akhir 2025. Kenaikan harga ini juga ditopang oleh perkembangan infrastruktur seperti jalan tol, MRT, dan LRT,” jelas Ferry dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (13/6).
Baca juga: Gandeng Colliers, Anwa Residence Bintaro Hadirkan Apartemen Rasa Hotel Bintang Lima
Situasi ini mendorong optimisme pengembang dan hal itu juga seiring dengan permintaan pasar yang terus meningkat baik untuk hunian maupun investasi. Pengembang Provident Development memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pemasaran Tower Emerald dan Sapphire Bandara City Apartment di Jalan Perancis, Kosambi, Tangerang, Banten.
Dibangun di atas lahan seluas 4 hektar, Bandara City mencakup empat tower hunian masing-masing setinggi delapan lantai serta area shopping arcade seluas 21 ribu m2. Kawasannya memiliki potensi besar khususnya dengan kedekatan ke Bandara Soekarno Hatta (2,5 km) yang didukung dengan kemudahan aksesibilitas maupun transportasi publik.
Menurut Direktur Provident Development Ronie Mustafa, kelebihan lain dari unit apartemen di Tower Emerald dan Sapphire telah bersertifikat dengan status akta jual beli (AJB). Unitnya juga telah mulai diserahterimakan (handover) secara bertahap kepada konsumen yang menambah keyakinan pada proyek ini.
“Apa yang kami lakukan mulai legalitas hingga handover unit merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab kepada seluruh konsumen dan masyarakat. Dari empat tower yang akan dibangun kami telah menyelesaikan dua tower dan saat ini tengah dikerjakan finishing untuk Tower B yang terus dilanjutkan dengan pengembangan seluruh kawasannya,” ujarnya.
Tower Emerald dan Tower Sapphire C memiliki jumlah lebih dari 450 unit yang tersedia dalam dua tipe: Studio (33 m2) dan 1 BR (43 m2) dengan penjualan sudah mencapai 70% sold out. Unitnya juga menawarkan investasi yang menarik karena Bandara City berada di lokasi yang strategis diapit oleh mega proyek kelas duna dan Bandara Soekarno Hatta yang terus berekspansi.
Commercial & Operasional Sr Manager Bandara City Erick Gunawan menambahkan, value produk unit apartemen Bandara City akan terus berkembang seiring pembangunan proyek infrastruktur jalan tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg yang akan beroperasi tahun 2025. Jalan tol ini akan membuka akses ke kawasan Tangerang Utara dan sekitarnya sehingga pengembangan proyek di kawasan ini diarahkan menjadi The New Jakarta City dengan lokasi di perbatasan Jakarta, Dadap, Kecamatan Kosambi, Tangerang.
“Saat ini konsumen yang membeli unit apartemen kami 40% dari kalangan pemilik pergudangan dan 50% pekerja bandara seperti pilot, pramugari, dan lainnya. Situasi ini membuat future value Bandara City akan terus berkembang baik untuk hunian maupun investasi. Dengan harga mulai Rp500 jutaan, ada potensi revenue dari penyewaan unit yang mencapai Rp50 juta per tahun,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Bandara City dikembangkan oleh Provident Development yang merupakan bagian dari Provident Group (Tower Bersama Group, Provident Agro). Tower Bersama Group telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp30 triliun.
Dengan dukungan kekuatan finansial dan tim manajemen profesional, berpengalaman, dan berdedikasi pada konsumen, Provident Development terus menghadirkan proyek-proyek yang tepat melalui inovasi produk, fitur-fitur tepat, hingga strategi pemasaran terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Selain Bandara City, Provident Development juga tengah mengembangkan Papinka Valley hingga beberapa proyek lainnya. (Z-10)
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menyebutkan akses terhadap infrastruktur transportasi massal menjadi pendorong kenaikan harga dan minat beli properti residensial.
Kemenangan CitraLand City CPI di level Asia Pacific Region menempatkan proyek ini sejajar dengan pengembangan properti kelas dunia dari negara-negara maju.
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
Pertama kalinya sejak 1978, rumah legendaris keluarga Banks dari serial 'The Fresh Prince of Bel-Air' resmi masuk bursa properti.
Temukan daftar 30 perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan market cap 2026. Panduan lengkap bagi investor saham dan properti.
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) memperluas portofolio bisnisnya ke segmen hunian tapak (landed housing) melalui akuisisi 99,9% saham PKSI senilai 174,8 miliar.
Selama 2025, Bandara Internasional Juanda melayani total 43 rute penerbangan. Terdiri dari 32 rute domestik dan 11 rute internasional.
Masa Nataru sebagai periode operasional krusial yang menuntut koordinasi lintas entitas.
Pembangunan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara.
Puncak arus penumpang Natal diperkirakan terjadi pada Sabtu (20/12) dengan 9.746 penumpang.
InJourney Airports memperkirakan pergerakan penumpang pada periode Nataru ini akan mencapai sekitar 10 juta penumpang selama 21 hari.
Kasus Morowali merupakan contoh bagaimana lemahnya integrasi antarinstansi dapat menggerus kedaulatan udara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved